JATINANGOR EKSPRES, KOTA – Sebanyak 1.372 mahasiswa Universitas Sebelas April (UNSAP) resmi diterjunkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 68 desa pada enam kecamatan di Kabupaten Sumedang. Program pengabdian masyarakat ini berlangsung selama satu bulan, mulai 13 Januari hingga 14 Februari 2026.
Enam kecamatan yang menjadi lokasi KKN meliputi Ganeas, Pamulihan, Cimalaka, Buahdua, Tanjungkerta, dan Surian. KKN UNSAP tahun ini mengusung pendekatan tematik yang selaras dengan arah pembangunan daerah, terutama penguatan desa berbasis transformasi digital dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Wakil Bupati Sumedang, M Fajar Aldila, yang hadir dalam kegiatan pelepasan mahasiswa, menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan bentuk nyata kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat.
Baca Juga:Angka Perceraian di Sumedang Masih Tinggi, 4.424 Perkara Masuk Pengadilan Agama Sepanjang 2025
“KKN Tematik UNSAP sangat relevan dengan kebijakan pembangunan Kabupaten Sumedang, khususnya dalam penguatan desa sebagai pusat pembangunan berbasis transformasi digital,” ujar Fajar.
Ia menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah. Menurutnya, upaya menuju zero waste membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa sebagai agen perubahan.
“Kami berharap mahasiswa KKN dapat menjadi penggerak perubahan, memberi edukasi, pendampingan, sekaligus contoh nyata pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan bernilai ekonomi,” katanya.
Selain isu lingkungan, mahasiswa KKN UNSAP juga didorong untuk memperkuat konsep smart village, mulai dari digitalisasi bank sampah, pemanfaatan media sosial untuk kampanye lingkungan, penguatan UMKM melalui pemasaran digital, hingga peningkatan literasi keuangan masyarakat desa.
“Laksanakan KKN dengan penuh pengabdian dan tanggung jawab. Jaga nama baik almamater dan jadilah duta perubahan di tengah masyarakat,” pesan Fajar kepada para mahasiswa.
Sementara itu, Rektor UNSAP Prof Arifin menegaskan bahwa KKN merupakan proses pembelajaran sosial yang penting bagi mahasiswa.
“KKN bukan untuk menggugurkan kewajiban akademik semata, tetapi ruang belajar nyata untuk memahami kehidupan masyarakat, membangun empati, dan mengasah kemampuan beradaptasi,” ujarnya.
Baca Juga:
Melalui KKN Tematik ini, UNSAP dan Pemkab Sumedang berharap kehadiran mahasiswa mampu memberi dampak langsung bagi desa, sekaligus menyiapkan generasi muda yang peka terhadap persoalan sosial, lingkungan, dan pembangunan berbasis digital. (red)
