Ayam Rengganis Cabe Hijau: Pedas Asli Rawit Hijau yang Menghidupkan Selera Warga Sumedang

Ayam Rengganis Cabe Ijo
NAMPOL: Ayam Rengganis Cabe Ijo berlokasi di Jalan Taman Anggrek No. 147, Sumedang.(Kiki/Sumeks)
0 Komentar

PEDAS bagi sebagian orang bukan sekadar rasa, melainkan pengalaman. Di Sumedang, pengalaman itu hadir lewat sepiring ayam dengan sambal hijau yang menyengat, segar, dan meninggalkan jejak ketagihan. Namanya Ayam Rengganis Cabe Hijau, sebuah usaha kuliner lokal yang pelan tapi pasti mencuri perhatian pencinta pedas.

Dari luar, tempat makan ini tampak sederhana. Namun begitu sambal hijau disendok dan menyentuh nasi hangat, sensasinya langsung terasa. Pedasnya “nampol”, bukan sekadar membakar lidah, tetapi menghadirkan rasa gurih alami yang membuat tangan refleks kembali mengambil lauk berikutnya.

Supriyatna, pemilik Ayam Rengganis Cabe Hijau, bercerita bahwa usaha ini lahir dari pencarian lokasi yang tepat dan keyakinan pada rasa. Kini, Ayam Rengganis tak hanya bertahan, tetapi berkembang. Selain pusat usaha di Jalan Bojong Sindang Jaya, cabang baru dibuka di Jalan Taman Anggrek, Sumedang.

Baca Juga:1.372 Mahasiswa UNSAP Turun ke 68 Desa, KKN Tematik Dorong Desa Digital dan Zero WasteAngka Perceraian di Sumedang Masih Tinggi, 4.424 Perkara Masuk Pengadilan Agama Sepanjang 2025

“Ayam Rengganis sekarang sudah ada cabangnya di Anggrek, sementara pusatnya tetap di Jalan Bojong,” ujarnya.

Menu yang ditawarkan pun tak melulu ayam. Justru di sanalah kekuatannya. Selain ayam goreng dan ayam bakar, pengunjung bisa menikmati berbagai menu favorit seperti Sate Jando, Sate Maranggi, Sate Kulit, hingga Sate Sapi: menu yang jarang ditemui dalam satu tempat makan sederhana.

Namun bintang utamanya tetap sambal hijau. Bukan sambal hijau biasa, melainkan racikan cabe rawit hijau asli tanpa campuran cabai lain. Pedasnya tajam, rasanya bersih, dan aromanya kuat.

“Banyak pelanggan datang khusus karena sambal hijaunya. Pedasnya beda dan enak,” kata Supriyatna.

Soal harga, Ayam Rengganis juga bersahabat. Menu ayam goreng atau ayam bakar cabe hijau dibanderol mulai Rp13.000, lengkap dengan jukut goreng tanpa nasi. Sementara paket komplet seharga Rp21.000 sudah mencakup ayam, nasi, tahu, lalapan, dan sambal porsi ramah kantong untuk semua kalangan.

Di balik nama “Rengganis” tersimpan cerita personal. Nama itu diambil dari nama nenek Supriyatna, sebagai simbol doa agar usaha yang dijalankan selalu diberi kelancaran dan keberkahan.

“Biar beda dari yang lain, sekaligus sebagai penghormatan kepada orang tua,” tuturnya.

0 Komentar