JATINANGOR EKSPRS – Jatinangor adalah kawasan yang terkenal dengan kehidupan kampus, karena banyak kampus-kampus terkenal berada disana.
Namun bagi anda yang ingin melepas penak sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan, ada dua spot alam yang wajib kalian kunjungi!
Bagi kamu yang sedang mencari pengalaman alam yang lebih menarik dan menantang di sekitaran jatinangor, Gunung geulis adalah jawaban yang tepat.
Baca Juga:Wajah Tampak Kusam Bukan Karena Kurang Skincare, Tapi Salah Pilih SerumRekomendasi Bakso Terbaik di Jatinangor, Nomor 3 Favorit Pelajar dan Mahasiswa
Berdiri gagah di perbatasan jatinangor dan tanjung sari, gunung setinggi 1.281 mdpl ini merupakan primadona bagi para hiking dan pendaki pemula karena jalurnya cukup singkat, tapi cukup untuk menguras keringat dengan tanjakannya yang ikonik.
Secara spesifik, Gunung Geulis terletak di perbatasan tiga kecamatan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yaitu Kecamatan Jatinangor, Kecamatan Tanjungsari, dan Kecamatan Cimanggung, area ini berada tepat di sebelah timur kawasan pendidikan Jatinangor.
Akses paling umum untuk pendakian biasanya melalui Desa Cilayung di Jatinangor atau melalui area perkemahan Camp Kiarapayung.
Tapi kalau kamu mau cari tempat yang lebih santai tapi pemandangannya tetap juara, Gunung Batu Tanjungsari adalah pilihan yang paling pas.
Terletak tidak jauh dari pusat Jatinangor, tepatnya di wilayah Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Destinasi ini bukan sekadar gunung biasa, melainkan hamparan formasi batuan besar yang eksotis di atas perbukitan.
Kelebihannya, jalur trekking-nya tidak seberat Gunung Geulis, sehingga cocok banget buat kamu yang cuma ingin jalan santai sambil menghirup udara segar atau sekadar berburu foto instagramable dengan latar batu-batu raksasa yang estetik.
Baca Juga:5 Rekomendasi Hotel dan Penginapan Terbaik di Jatinangor untuk Staycation Bareng KeluargaRefleksi tahun 2025 di PA Sumedang, Layanan E-Court Dominasi Perkara
menariknya kedua tempat ini bisa diakses secara gratis, tanpa di pungut biaya apapun dan buka selama 24 jam, jadi kamu bebas datang kapan saja untuk mengejar momen matahari terbit yang dramatis atau melihat kerlap-kerlip lampu kota di malam hari.
Lokasinya juga berdekatan dengan bukit Akasia, jadi stelah kalian lelah mengeksplor puncak batu, kalian bisa langsung beristirahat di kafe-kafe yang ada di sekitar sana, dengan disuguhkan suasana yang tenang.
