JATINANGOR EKSPRES – Siapa bilang kamu harus terbang belasan jam ke London untuk merasakan atmosfer Eropa klasik? Di jantung Sumedang, tepatnya di kawasan Jatinangor, berdiri sebuah monumen yang seolah-olah terlempar dari abad ke-19 Inggris langsung ke tanah Priangan.
Bangunan itu adalah Menara Loji, sebuah mahakarya arsitektur yang membawa vibe London ke tengah hiruk-pikuk Jawa Barat dengan begitu anggun. Landmark ikonik ini merupakan salah satu peninggalan sejarah kolonial Belanda terpenting di Jatinangor, Sumedang.
Dibangun sekitar tahun 1800-an, menara ini awalnya berfungsi sebagai penanda waktu bagi para pekerja di perkebunan karet milik perusahaan Jerman-Belanda. Begitu menapak-kan kaki di area ini, mata kamu akan langsung tertuju pada struktur bangunan bata merah yang menjulang tinggi dengan gaya arsitektur Neo-Gothic yang kental. Kemiripannya dengan menara jam ikonik di Inggris membuat banyak orang menjulukinya sebagai “Big Ben” versi lokal.
Baca Juga:Toserba Griya Jatinangor, Tempat Belanja Lengkap dan Nyaman untuk Semua KebutuhanHealing Terjangkau di Batu Kuda: Cuman 30 Menit Dari Jatinangor
Menara ini sebenarnya menyimpan narasi sejarah yang panjang, karena dibangun sekitar tahun 1800-an sebagai penanda waktu bagi para pekerja di perkebunan karet milik perusahaan Belanda. Meskipun fungsinya telah bergeser dari sekadar lonceng perkebunan menjadi cagar budaya, kekokohannya tetap terjaga dan memberikan kesan keabadian yang memikat.
Kehadirannya menciptakan kontras visual yang luar biasa di tengah modernitas kawasan pendidikan Jatinangor, seolah-olah menjadi portal waktu yang membawa siapa pun kembali ke masa lalu. Meskipun lonceng aslinya dikabarkan sudah hilang atau diamankan, struktur menaranya masih berdiri tegak di area Taman Loji, tepat di belakang kompleks gedung Rektorat Unpad. Menara ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya yang dilindungi oleh pemerintah Kabupaten Sumedang.
Kini, Menara Loji menjadi spot foto favorit bagi para mahasiswa dan wisatawan. Kawasan di sekitar menara telah ditata menjadi taman yang asri, menjadikannya tempat yang nyaman untuk bersantai di sela-sela jadwal kuliah yang padat. Upaya pelestarian terus dilakukan agar bangunan ini tidak hanya menjadi pajangan, tetapi juga pengingat bahwa Jatinangor memiliki akar sejarah agraris yang kuat sebelum bertransformasi menjadi “Kota Mahasiswa”.
Sebagai salah satu cagar budaya yang masih berdiri kokoh, Menara Loji mengundang siapa saja untuk datang dan merenungkan kembali sejarah panjang Jawa Barat. Mengunjungi situs ini memberikan perspektif baru bahwa Jatinangor memiliki narasi yang jauh lebih dalam daripada sekadar kemacetan dan kampus-kampus besar. Mari kita hargai warisan ini dengan menjaga keasrian dan kelestariannya.
