Apakah Ini Peringatan Keras? Tomo Tiba-tiba Mengalami Banjir Sampai 6 Jam Lamanya

Apakah Ini Peringatan Keras? Tomo Tiba-tiba Mengalami Banjir Sampai 6Jam Lamanya
Apakah Ini Peringatan Keras? Tomo Tiba-tiba Mengalami Banjir Sampai 6Jam Lamanya (ISTIMEWA)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES, PERISTIWA – Wilayah Timur Laut Sumedang, kini sedang di landa banjir yang meredam sedikitnya sekitar tiga Desa. Bencana yang terjadi pada hari Rabu atau lebih tepatnya pukul 20.10 WIB ini diperkirakan karena tingginya curah hujan.

Dari tiga desa yang terendam banjir ini, puluhan hingga ratusan rumah warga terkena dampaknya, tak hanya rumah warga saja yang terendam, ada juga sekolah dan kantor pemerintahan serta beberapa fasilitas di sana. Meskipun begitu, Bencana ini tak sampai menimbulkan korban jiwa, bahkan banjir kembali surut saat dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB.

Bencana yang terjadi pada tanggal (11/2/2026) sukses meredam jalanan sampai menghambat akses yang sering di lalui tersebut. Ketinggian air di beberapa tempat diperkirakan setinggi dua meter, namun di tempat lain diperkirakan hanya sebatas lutut orang dewasa. Daftar desa yang terdampak meliputi Desa Darmawangi, Desa Tolengas, juga Desa Marongge. Korban di setiap desa berbeda-beda hal ini disebabkan pada ketinggian air yang menggenanginya, seperti 147 rumah di Desa Darmawangi, lalu 63 rumah di Desa Marongge, dan beberapa rumah lainnya di Desa Tolengas.

Baca Juga:Meluapnya Sungai Cidanggarung Merendam Sampai 4 Desa di Losari BrebesMari Berwisata dan Kuliner Camilan di Jatinangor – Surga Snack di Kota Pelajar

Dalam bencana ini, Aparat Desa juga ikut serta untuk membantu, tak hanya aparat saja, tapi juga PMI, BPBD, POLRI, dan TNI. Proses evakuasi juga berjalan dengan baik, sema berhasil di pindahkan ke dataran yang tak terendam banjir. Semua tim bekerjasama dalam membantu warga di setiap desa, tanpa kenal lelah dan kantuk, semua tulus dengan tugas mereka.

Di waktu-waktu yang seharusnya orang-orang istirahat, lain halnya dengan warga Tomo yang sibuk menyelamatkan diri. Tak ada yang bisa di salahkan, karena nyatanya ini murni dari alam. Beruntung nya bencana ini hanya berlangsung sekitar 6 jam saja, jadi warga tak harus merasakan sulitnya hidup di pengungsian, semua bisa kembali lagi ke rumah masing-masing walaupun rumah mereka penuh dengan lumpur sisa banjir.

Tepat di keesokan harinya, warga dengan sabar membersihkan sisa-sisa kotoran tersebut, juga memilah dan memilih barang juga makanan yang masih layak.

Meskipun begitu, anak-anak di sana tetap hadir ke sekolah seperti biasa, dan berbondong-bondong membersihkan lingkungan tempat mereka belajar. Pray for Tomo. Semoga musibah ini menjadi awal baru yang baik, jaga diri dan jaga kesehatan semua.

0 Komentar