JATINANGOR EKSPRES – Pernah melihat keterangan mendetail setiap kali kamu melihat-lihat produk sunscreen? Perlu diketahui sunscreen merupakan produk skincare yang paling penting dan serangkaian produk perawatan diri baik wajah maupun sekujur tubuh. Tak heran beberapa istilah terkadang memusingkan karena terlalu banyak dicantumkan pada satu produk, namun justru hal ini bermanfaat karena setaip kondisi kulit perlu menyesuaikan produk apa yang akan diaplikasikan. Tidak perlu bingung, walaupun agak sulit dihafalkan, kamu bisa memahami beberapa kosakata berikut yang biasa muncul pada produk tabir surya.
UV: Ultraviolet, merupakan jenis radiasi yang membahayakan kulit jika terpancar langsung secara berlebihan.
UVA: Sinar UV yang menembus ke dalam kulit, mempercepat penuaan dini seperti kerutan dan flek hitam.
Baca Juga:Ternyata Genre Musik Favorit Dapat Menggambarkan Selera Berpakaian Seseorang, Kamu Salah Satunya?Wajib Dicoba, Spot Photobooth di Jatinangor Biar Instagram-mu Makin Estetik!
UVB: Sinar UV yang menyebabkan sunburn dan kanker kulit, biasanya diukur dari takaran SPF pada produk sunscreen, contoh: SPF 30 dapat memblokir 97% UVB.
SPF: Sun Protection Factor. Satuan tingkat perlindungan kulit dari sinar UVB.
PA: Protection Ability. Untuk mengukur tingkat perlindungan dari sinar UVA.
Physical Sunscreen: Nama lain dari mineral sunscreen, berfungsi membentuk lapisan untuk melindungi permukaan kulit dan memantulakn sinar UV sebelum masuk ke kulit lebih dalam.
Chemical Sunscreen: Jenis sunscreen yang menggunakan filter kimia organik untuk melindungi kulit dari sinar UV. Biasanya dalam ingredients, chemical sunscreen mencantumkan bahan aktif seperti: avobenzone, axybenzone, octinoxate, dan octocrylene.
Hybrid sunscreen: Produk sunscreen yang menggabungkan kedua bahan yang biasa ditemukan pada chemical maupun physical sunscreen agar perlindungan kulit terhadap sinar matahari lebih optimal.
Broad-spectrum: Label pada sunscreen yang teruji oleh FDA (kalau di Indonesia BPOM) dapat melindungi kulit secara menyeluruh dari paparan sinar UVA dan UVB.
Hypoallergenic: Keterangan pada sunscreen yang diformulasikan untuk meminimalisir risiko iritasi atau reaksi alergi, biasanya mengurangi bahkan menghindari bahan pemicu seperti alkohol, pewangi, SLS, paraben, ataupun pewarna.
Baca Juga:Bosan Dengan Saus Bolognese? Berikut 5 Resep Spaghetti Otentik yang Bisa Dicoba di RumahAuto Rileks! Berikut Beauty Spa and Massage di Jatinangor yang Bisa Kamu Kunjungi
Noncomedogenic: Produk yang dirancang agar tidak menyumbat pori-pori, sehingga minim risiko timbulnya jerawat, komedo, maupun whitehead. Label ini cukup penting bagi orang-orang dengan tipe kulit berminyak/berjerawat.
