JATINANGOR EKSPRES, PERISTIWA – Warga brebes harus menghadapi ganasnya banjir, lebih tepatnya untuk warga Lorasari Brebes yang ada di dekat sungai Cidanggarung. Banjir ini merendam sampai sekitar 4 Desa yang ada di Losari, dengan ketinggian air di kebanyakan wilayah sekitar 50 CM, dan di wilayah tertentu dengan ketinggian yang hampir mencapai batas dada orang dewasa.
Luapan ini terjadi pada hari Kamis, (12/2/2026) secara bertahap dari satu wilayah ke wilayah lain. Desa yang terendam banjir, terdiri dari Desa Randusari, Desa Losari Kidul, Desa Pemauman, dan Desa Losari Lor. Menurut keterangan dari camat Losari, ternyata sungai ini mulai meluap dan mengalami limpasan sekitar pukul 03.00 WIB, air semakin tinggi sampai akhirnya masuk ke pemukiman sekitar jam 04.00 WIB.
Tercatat paling sedikit korban sekitar 950 Kepala Keluarga (KK). Dikabarkan saat ini banjir mulai surut, namun mweskipun begitu pemerintah tetap menetapkan penanganan darurat, juga menyiapkan tanggul sementra supaya bisa mengantisipasi takut sewaktu-waktu luapan susulan terjadi. Hal ini dikarenakan perubahan yang tak menentu, terutama tingginya curah hujan di berbagai wilayah dan berpengaruh pada arus sungai.
Baca Juga:Mari Berwisata dan Kuliner Camilan di Jatinangor – Surga Snack di Kota PelajarNgeri! Kecelakaan Beruntun Libatkan 7 Kendaraan di Tol Jagorawi
Kerugian yang dialami cukup besar, beruntung tak sampai ada korban jiwa dalam bencana ini, setidaknya warga masih selamat dan masih bisa berkumpul kembali denggan keluarganya masing-masing. Di situasi yang dapat di bilang mengenaskan ini, membuat Wakil Bupati Brebes tergerak untuk langsung datang ke lokasi, memastikan langsung situasi di sana seperti apa. Bantuan berupa nasi bungkus dan mie instan ia bagikan pada korban bencana banjir, sebagai bentuk dukunagan dan cadangan darurat.
Pray for Brebes. Diharapkan tak ada luapan susulan yang membahayakan warga, terutama bagi warga yang rumah nya begitu dekat dengan tanggul pembatas antara pemukiman dan sungai. Bagi warga yang terdampak dan sekitarnya di himbau untuk tetap waspada dan selalu menjaga kesehatan.
Diinformasikan juga, bahwasannya banyak jalan penghubung yang tak bisa dilalui karena banjir meredam jalan sampai sekitar 10 CM di beberapa wilayah. Belum ada informasi lanjut tentang kondisi terkini, namun sejauh ini semua masih terkendali dan tak belum terdeteksi kerusakan serius.
