JATINANGOR EKSPRES – Gerhana matahari cincin akan terlihat di sebagian langit bumi bagian selatan, diantaranya gerhana ini hanya dapat disaksikan di sekitar Antartika, Argentina, Chile, Afrika Selatan, Madagascar dan Mozambique pada tanggal 17 Februari 2026 pada pukul 09.57 waktu setempat.
Mengutip dari laman Pendidikan Matematika dan Sains UNESA, gerhana matahari cincin ini dapat terjadi ketika bulan berada di titik terjauh dari bumi, namun posisi antara bumi, bulan, dan matahari berada segaris. Secara visual, sisi ujung bulan tidak dapat menutupi matahari secara sempurna sehingga matahari membentuk ‘cincin api’ pada matahari.
Melansir dari EarthSky, gerhana akan berlangsung selama 271 menit. Pada fase puncak gerhana ini, sekitar 96% matahari akan tertutup oleh bulan. Waktu maksimum matahari akan menunjukkan “cincin api” sekitar 2 menit dan 20 detik. Pada bagian ini, matahari akan terlihat permukaan luarnya, membuat gerhana cincin ini merupakan gerhana parsial.
Baca Juga:Mengenal Barnum Effect: Sugesti atau Ramalan yang Menjadi Kenyataan?Jangan Sampai Salah Beli, Ketahui Istilah yang Sering Muncul Pada Produk Sunscreen
Menurut Info Astronomy, tidak ada bukti penelitian yang pasti bahwa gerhana bulan maupun matahari dapat menjadi penyebab terjadinya bencana alam. Fenomena ini hanya dapat dinikmati sebagai pemandangan langit yang memanjakan mata. Hal ini justru membantu para ilmuwan untuk mempelajari atmosfer bumi, dimana cahaya merah dari bulan dapat memperjelas detail dari debu, polusi dan partikel udara.
