Jangan Terburu-Buru: Mengapa Menjeda Asmara Setelah Putus Adalah Investasi Diri

Jangan Terburu-Buru: Mengapa Menjeda Asmara Setelah Putus Adalah Investasi Diri
Jangan Terburu-Buru: Mengapa Menjeda Asmara Setelah Putus Adalah Investasi Diri (ISTIMEWA)
0 Komentar

Luapkan semua emosi yang kamu rasakan, jika kamu ingin menangis sembari menikmati rintik hujan untuk menutupi tangismu, menangislah Jangan menghukum dirimu untuk cepat melupakannya jika kamu merasa gagal move on hari ini, itu wajar.

Proses ini lebih mirip cuaca yang tak menentu terkadang cerah, terkadang badai tiba tiba. Yang penting, jangan berhenti berjalan.

4. Fokus pada “Self-Investment”

Alih alih hanya menyalahkan diri sendiri atau menangisi kepergiannya, kamu dapat menjadikan amarahmu sebabagai bahan bakar untuk produktivitas. Salurkan rasa sakitmu ke tugas akhir atau proyek yang sempat terbengkalai. Biarkan prestasimu yang berbicara lebih keras daripada rasa sedihmu.

Baca Juga:Ide Makanan Saat Bulan Puasa: Sehat, Praktis, dan Tetap Menggugah SeleraGak Cuma Ngopi! Ini 3 Aktivitas Seru Bareng Pacar di Jatinangor dan Sekitarnya

Kamu juga bisa mencoba jogging di area olahraga kampus atau sekadar jalan kaki saat udara pagi masih bersih. Endorfin adalah obat alami terbaik untuk hati yang patah.

5. Membuka Diri (Saat Waktunya Tepat)

Kamu bisa memperkuat ikatan pertemananmu di organisasi sebagai bentuk pelampiasan untuk melupakan rasa sakit yang timbul oleh sebuah penghianatan. Kamu harus bisa mencintai dirimu sendiri. Terlebih jika kamu ingin mencoba untuk percaya dan mencintai orang baru, kamu harus bisa mencintai dirimu sendiri terlebih dahulu sebelum memulai kisah baru.

Pastikan ketika kamu sudah memulai cinta yang baru inilah versi terbaikmu yang jauh lebih kuat dari sebelumnya. Pada akhirnya, kesendirian pasca-putus bukanlah sebuah hukuman, melainkan ruang suci untuk renovasi diri.

Dengan memilih untuk tidak terburu-buru, Anda sedang memberi kesempatan bagi luka untuk benar-benar menutup, bukan sekadar ditutupi. Anda belajar bahwa kebahagiaan Anda adalah tanggung jawab pribadi, bukan beban yang harus dipikul oleh pasangan baru nantinya.

Ingatlah, Anda tidak sedang tertinggal dalam perlombaan mencari pasangan.

Anda sedang membangun fondasi yang lebih kokoh agar ketika saatnya tiba nanti, Anda tidak lagi mencari seseorang untuk “melengkapi” kekurangan Anda, melainkan seseorang yang bisa merayakan keutuhan Anda.

Istirahatlah sejenak, karena versi terbaik diri Anda layak ditunggu.

0 Komentar