Adab Berbuka Puasa yang Benar: Jangan Sampai Salah Urutan Agar Lebih Berkah

adab berbuka puasa yang benar dengan kurma dan air putih sesuai sunnah untuk meraih keberkahan Ramadan.
Ilustrasi adab berbuka puasa yang benar dengan kurma dan air putih sesuai sunnah untuk meraih keberkahan Ramadan. (foto:Disway)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Berbuka puasa adalah waktu yang paling ditunggu-tunggu setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Namun, agar ibadah kita tidak sekedar menghasilkan rasa kenyang, adab dan tata cara berbuka yang harus diperhatikan. Dengan mengikuti adab yang benar, kita tidak hanya membatalkan puasa, tetapi juga meraih pahala sunnah yang berlipat ganda.

Agar tidak salah langkah, berikut adalah adab berbuka puasa yang harus diperhatikan agar mendapat keberkahan sempurna:

1. Menyegerakan Berbuka

Saat mendengar kumandang azan Magrib, kita sangat dianjurkan untuk segera membatalkan puasa tanpa menundanya. Menyegerakan berbuka adalah sunnah yang sangat ditekankan.

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

Baca Juga:Keutamaan Shalat Tarawih Malam Pertama: Kembali Fitrah Seperti Bayi Baru LahirDo'a Setelah Tarawih Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Artinya: “Orang yang berpuasa mendapatkan dua kegembiraan, kegembiraan ketika berbuka puasa dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya.” (HR Muslim).

2. Urutan Berbuka Puasa yang Benar

Agar tubuh tidak kaget dan keberkahan didapat, ikutilah urutan berikut:

  • Membaca Basmalah: Mengucapkan Bismillah sebelum memulai aktivitas adalah bentuk permohonan keberkahan atas apa yang kita konsumsi.
  • Membatalkan Puasa: Segera batalkan puasa dengan air putih atau kurma sebelum menyantap hidangan berat lainnya. Hal ini membantu sistem pencernaan beradaptasi setelah beristirahat seharian.
  • Berdoa Setelah Membatalkan Puasa: Penting untuk diketahui, waktu kesunnahan membaca doa berbuka adalah setelah kita membatalkan puasa (minum/makan), bukan sebelumnya. Hal ini dijelaskan oleh Syekh Abu Bakar Muhammad Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin:

عقب الفطر، أي عقب ما يحصل به الفطر، لا قبله ولا عنده

Artinya: “Maksud sunah berdoa setelah berbuka adalah sunah berdoa setelah melakukan hal yang membatalkan puasa, bukan sebelumnya dan bukan saat melakukannya.” (Muhamamd Syatha, I’anatut Thalibin, juz II, halaman 279).

3. Pilihan Menu Pembuka

Air putih dan kurma adalah pilihan utama sesuai tutunan Nabi SAW. Perut yang kosong memerlukan “pemanasan” terlebih dahulu dengan asupan yang ringan dan alami sebelum mencerna makanan berat seperti nasi dan lauk-pauk.

4. Memanfaatkan Waktu Mustajab

Sesaat sebelum dan saat berbuka adalah waktu yang sangat makbul untuk berdoa. Selain membaca doa berbuka puasa, sempatkanlah mengumpulkankan doa-doa pribadi dan harapanmu kepada Allah SWT, karena doa orang yang berbuka puasa tidak akan ditolak.

0 Komentar