Lutut Sering Berbunyi Saat Olahraga? Waspada Osteoarthritis Mengintai Masa Tuamu!

Ilustrasi kesehatan sendi lutut bagi pelari dan pesepeda, serta tips latihan beban untuk mencegah pengapuran s
Ilustrasi kesehatan sendi lutut bagi pelari dan pesepeda, serta tips latihan beban untuk mencegah pengapuran sendi (Osteoarthritis). (foto:Disway)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Lutut yang terasa lemah dan sering mengeluarkan bunyi “krek” saat bergerak merupakan tanda bahaya yang tidak boleh disepelekan. Banyak pegiat olahraga lari dan sepeda sering mengalami hal ini, namun sayangnya sering kali hanya dianggap sebagai angin lalu.

Sebenarnya, lutut yang berbunyi adalah cara tubuh memberi peringatan agar kita waspada terhadap risiko penyakit yang lebih serius. Gesekan antar tulang tanpa pelumas yang cukup dapat menyebabkan Osteoarthritis (pengapuran sendi). Dampak terburuknya? Kamu mungkin harus berhenti selamanya dari olahraga yang kamu cintai.

Lari dan bersepeda membutuhkan dukungan otot yang kuat karena kedua kaki harus menumpu beban tubuh secara repetitif. Masalah ini biasanya semakin terasa saat memasuki usia 40 tahun, di mana produksi cairan sinovial (pelumas sendi) mulai menurun secara alami.

Baca Juga:Waspada Text Neck! Beban 27 Kg Mengintai Lehermu Akibat Terlalu Sering Main HPWaspada! Ini 5 Hal Makruh Saat Puasa yang Bisa Mengurangi Pahala Ibadahmu

3 Tips Menyelamatkan Lutut dan Sendi Agar Tetap Aktif Hingga Usia 60-anJangan tunggu sampai sakit, terapkan strategi ini sekarang juga:

1. Jangan Pernah Skip “Strength Training” (Latihan Beban) Kesalahan terbesar banyak pelari adalah hanya melakukan lari. Kamu butuh otot kuadrisep, hamstring, dan gluteus (otot bokong) yang kuat untuk menjadi “shockbreaker” atau peredam kejut alami bagi lutut.

Latihan Kunci: Wall sits, lunges, dan calf raises (jinjit). Lakukan secara rutin 2-3 kali seminggu.2. Pemilihan Sepatu: Investasi, Bukan Sekadar Gaya Jangan membeli sepatu hanya karena tren warna atau model. Perhatikan tipe kaki kamu (flat foot atau high arch). Sepatu yang salah akan mengubah mekanika gerak dan memaksa lutut bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan. Penting untuk diingat: ganti sepatu lari Anda setiap 500–800 km karena bantalan peredamnya pasti sudah kehilangan efektivitasnya.

3. Pemanasan Dinamis, Bukan Statis Hindari melakukan peregangan diam (statis) saat otot dan sendi masih dalam keadaan “dingin” karena sifatnya yang kaku. Lakukan pemanasan dinamis seperti leg swings atau high knees. Gerakan ini akan memicu produksi pelumas sendi sebelum beban berat menghantam saat kamu mulai berlari atau mengayuh.

Rasa nyeri adalah bahasa tubuh untuk mengatakan ada sesuatu yang salah. Jangan menutupinya dengan terus-menerus mengonsumsi obat pereda nyeri tanpa memperbaiki akar masalahnya. Perkuat otot penyangga, perbaiki mekanika tubuh, dan pilihlah perlengkapan yang benar. Hobi seharusnya menyehatkan, bukan menghancurkan masa tua Anda.

0 Komentar