Makanan Expired di Program MBG Ancam Keselamatan Warga

Makanan Expired di Program MBG Ancam Keselamatan Warga
Makanan Expired di Program MBG Ancam Keselamatan Warga
0 Komentar

JATINANGOR EKPRES, CIMANGGUNG – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Cimanggung, Kabupaten Sumedang, mendapat sorotan serius setelah muncul laporan dugaan makanan tidak layak konsumsi.

Program yang semestinya menjadi penopang pemenuhan gizi masyarakat rentan itu justru memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat penerima manfaat.

Sejumlah warga mengaku menemukan makanan yang diduga tidak layak, seperti roti kedaluwarsa serta buah yang sudah membusuk di dalam paket bantuan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait pengawasan kualitas makanan sebelum didistribusikan kepada masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan balita.

Baca Juga:Seorang ART Melakukan Aksi Kekerasan Kepada Anak di Ujungberung, Berujung Diberhentikan!

Sorotan terhadap persoalan ini juga datang dari pemerhati kesehatan, dr Cepy Tricahyadi, yang juga menjabat sebagai Kepala UPTD Puskesmas DTP Cimanggung. Ia menegaskan bahwa makanan olahan yang sudah melewati masa kedaluwarsa berisiko menimbulkan gangguan kesehatan serius.

“Mengonsumsi roti kedaluwarsa, terlebih yang sudah berjamur atau menunjukkan tanda pembusukan, dapat memicu berbagai gangguan kesehatan,” terang Chefy Rabu (18/2/2026).

Dampak yang mungkin terjadi antara lain keracunan makanan dengan gejala mual, muntah, diare, hingga sakit perut. Selain itu, jamur pada roti bisa menghasilkan racun mikotoksin yang tidak terlihat namun berbahaya bagi tubuh.

Ia juga menjelaskan, roti basi dapat menimbulkan masalah pencernaan seperti kram perut dan rasa lemas.

“Bahkan pada roti isi, terdapat risiko berkembangnya bakteri berbahaya seperti Listeria yang dapat menimbulkan infeksi serius meski secara kasat mata roti tidak terlihat berjamur,”tambahnya.

Cepy menegaskan bahwa makanan yang sudah melewati masa kedaluwarsa sebaiknya tidak dipaksakan untuk dikonsumsi. Masa kedaluwarsa pada produk makanan olahan telah ditetapkan pabrik melalui uji keamanan pangan, sehingga jika sudah terlewati maka produk tersebut tidak lagi direkomendasikan untuk dikonsumsi, apalagi oleh balita yang memiliki daya tahan tubuh lebih rentan.

Selain makanan olahan, ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi buah-buahan. “Meski tidak memiliki label kedaluwarsa, kesegaran buah dapat dilihat dari tekstur, warna, dan aroma,” paprnya.

Baca Juga:

Buah yang sudah tidak segar atau menunjukkan tanda pembusukan sebaiknya tidak dikonsumsi dan dianjurkan untuk dikonsumsi saat masih dalam kondisi segar.

0 Komentar