Ramadhan Penuh Cahaya: Dari Pesantren Kilat Hingga Berbagi untuk Sesama

Ramadhan Penuh Cahaya: Dari Pesantren Kilat Hingga Berbagi untuk Sesama
Ramadhan Penuh Cahaya: Dari Pesantren Kilat Hingga Berbagi untuk Sesama (IST.CANVA)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Ramadhan sering datang dengan suasana yang berbeda. Langit terasa lebih teduh, masjid lebih ramai, dan hati lebih mudah tergerak untuk berbuat baik. Di bulan penuh berkah ini, bukan cuma Ibadah pribadi yang meningkat, tapi juga kepedulian sosial yang semakin nyata.

Di antara banyaknya kegiatan yang menghiasi Ramadhan, ada tuga yang paling penuh makna: Pesantren kikat, berbagi takjil, dan berbagi sembako. Ketiganya jadi simbol bahwa Ramadhan itu sebuah Bulan Pendidikan, kebersamaan, dan cinta kasih.

1. Pesantren Kilat

Pesantren Kilat bukan hanya kegiatan tahunan di sekolah atau di masjid. Sekolah hati yang hadir khusus hanya di bulan Ramadhan yang membuat anak-anak dan remaja berkumpul dengan semangat baru.

Baca Juga:Menjemput Berkah: 4 Cara Sederhana Bikin Ramadan Tahun Ini Lebih BermaknaTradisi Lebaran Idulfitri yang Paling Dirindukan Banyak Orang 

Mereka belajar tentang makna puasa, memperbaiki bacaan Al-Qur’an, mendengarkan kisah para Nabi, sampai memahami pentingnya akhlak di kehidupan sehari-hari.

Mengenal Agama lebih dalam, melatih kedisiplinan dan tanggung jawab, menumbuhkan rasa hormat kepada Orang tua dan Guru. Ramadhan juga jadi waktu terbaik buat bentuk karakter. Karna saat hati disentuh dengan ilmu dan keteladanan, perubahan kecil bisa bawa dampak besar buat masa depan.

2. Berbagi Takjil

Jelang waktu maghrib, suasana jalanan berubah. Beberapa orang berdiri di tepi jalan sambil membawa kotak berisi makanan dan minuman. Mereka membagikan takjil kepada para pengendara, penalan kaki, atau siapapun yang melintas.

Sederhana, tapi luar biasa. Sebotol air dan sepotong kue mungkin terlihat kecil, tapi buat mereka yang masih di perjalanan saat waktu berbuka, itu adalah nikmat yang gak ternilai.

Dari kegiatan berbagi takjil, kita belajar kalo kebahagiaan sering lahir dari memberi, bukan menerima. Yang lebih indah, kegiatan ini sering melibatkan anak-anak muda. Mereka belajar kalo berbagi itu menyenangkan dan kebaikan sekecil apapun tetap berarti.

3. Berbagi Sembako

Ramadhan juga jadi momen terbaik buat yang memperhatiib mereka yang lagi berjuang dalam keterbatasan. Berbagi sembako hadir sebagai bentuk nyata solidaritas dan kepedulian sosial.

Paket berisi beras, minyak, gula, dan kebutuhan pokok lainnya mungkin terlihat sederhana. Tapi buat sebagian keluarga, itu adalah harapan. Itu menjadi bukti kalo masih ada tangan-tangan baik yang peduli.

0 Komentar