Waspada! Ini 5 Hal Makruh Saat Puasa yang Bisa Mengurangi Pahala Ibadahmu

Ilustrasi hal-hal yang dimakruhkan saat berpuasa untuk menjaga kualitas ibadah di bulan Ramadan.
Seseorang sedang melakukan kumur-kumur dengan berlebihan. (foto:Disway)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Berpuasa adalah ibadah yang erat kaitannya dengan menahan hawa nafsu. Saat menjalankan puasa, seseorang tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga harus siap menjaga diri dari segala aktivitas yang dapat membatalkan atau mengurangi kualitas ibadah tersebut.

Dalam Islam, terdapat hukum Makruh, yakni perbuatan yang dianjurkan untuk ditinggalkan. Jika ditinggalkan akan mendapat pahala, namun jika dilakukan tidak berakibat dosa. Meski tidak membatalkan puasa secara langsung, hal-hal makruh sebaiknya dihindari agar puasa kita tetap sempurna.

Berikut adalah beberapa hal yang dimakruhkan saat sedang berpuasa:

1. Berlebihan Saat Berkumur

Berkumur yang berlebihan (mubalaghah) tidak dianjurkan karena dikhawatirkan air masuk ke dalam tenggorokan. Jika air tertelan karena unsur kesengajaan atau berlebihan, maka puasa bisa batal dan wajib diganti di kemudian hari. Rasulullah SAW bersabda: “Bersungguh-sungguhlah dalam berkumur dan dalam menghirup udara ke hidung, kecuali jika kamu sedang berpuasa.”

2. Bersentuhan dengan Lawan Jenis

Baca Juga:Adab Berbuka Puasa yang Benar: Jangan Sampai Salah Urutan Agar Lebih BerkahKeutamaan Shalat Tarawih Malam Pertama: Kembali Fitrah Seperti Bayi Baru Lahir

Bersentuhan atau bermesraan dengan lawan jenis (yang bukan mahram maupun pasangan sah) dikhawatirkan dapat membangkitkan nafsu syahwat. Hal ini berisiko membatalkan puasa jika sampai keluar sperma atau berlanjut pada hubungan badan. Menjaga jarak fisik adalah cara terbaik menjaga kesucian puasa.

3. Membayangkan Hubungan Intim

Aktivitas ini dimakruhkan karena dapat mendorong seseorang untuk melakukan tindakan yang membatalkan puasa atau memicu keluarnya sperma. Puasa adalah momen untuk membersihkan pikiran dari hal-hal yang mengumbar syahwat.

4. Mengumpulkan dan Menelan Ludah secara Sengaja

Dimakruhkan bagi orang yang berpuasa untuk sengaja mengumpulkan ludah di dalam mulut lalu menelannya. Hal ini dianggap bertolak belakang dengan hikmah puasa, yaitu merasakan haus dan lapar sebagai bentuk tarbiyah (pendidikan) diri.

5. Menggunakan Siwak atau Sikat Gigi Setelah Dzuhur

Sebagian ulama (khususnya dalam mazhab Syafi’i) memakruhkan penggunaan siwak atau menyikat gigi setelah waktu Dzuhur hingga matahari terbenam. Hal ini didasarkan pada hadis mengenai keutamaan bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah SWT.

Itulah beberapa hal yang dimakruhkan saat menjalankan ibadah puasa. Meski tidak membatalkan secara langsung, menghindari hal-hal di atas akan menjauhkan kita dari risiko batalnya puasa dan membuat ibadah kita menjadi lebih berkah.

0 Komentar