JATINANGOR EKPRES, CIMANGGUNG – Kegiatan panen jagung hibrida dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional digelar di wilayah Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Rabu (18/2/2026).
Panen dilaksanakan di lahan milik H. Iding, tepatnya di Blok 17 Legok Hangsa, Dusun Cibulakan Kidul, sebagai bagian dari pemanfaatan lahan non LBS untuk budidaya jagung produktif.Bhabinkamtibmas Desa Sindanggalih, Aiptu Anharudin, menjelaskan kegiatan panen ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program swasembada pangan nasional.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, serta kelompok tani menjadi kunci dalam meningkatkan produksi pangan di wilayah pedesaan.Kegiatan panen turut dihadiri jajaran kepolisian dari Polsek Cimanggung yang dipimpin Kapolsek Kompol Aan Supriatna, bersama unsur UPTD Pertanian, penyuluh lapangan, Babinsa, serta kelompok tani setempat. Hadir pula Kepala Desa Sindanggalih Eddy Setiawan dan Babinsa Serka Budi yang ikut memantau jalannya panen.
Baca Juga:Tanpa Dana Ketahanan Pangan, Desa Sukawening Jalankan Program Jagung Berbasis Kolaborasi
“Lahan tanam jagung hibrida tersebut memiliki luas sekitar 11.200 meter persegi dengan jumlah petani penggarap sebanyak 10 orang yang tergabung dalam Kelompok Tani Mekar Galih Mandiri,” jelasnya.
Dari lahan tersebut, hasil panen diperkirakan mencapai 6 ton jagung. Meski demikian, para petani masih menghadapi kendala utama berupa keterbatasan sumber air untuk penyiraman tanaman.
Menurut Aiptu Anharudin, kegiatan ini tidak hanya fokus pada hasil panen, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemanfaatan lahan tidur dan lahan kering agar lebih produktif. Selain itu, kehadiran aparat kepolisian melalui program ketahanan pangan juga bertujuan menumbuhkan rasa aman serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Program penanaman jagung yang diinisiasi kepolisian secara nasional menargetkan pengembangan lahan jagung hingga jutaan hektare sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan pemerintah. “Di wilayah Cimanggung sendiri, kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu meningkatkan produksi jagung sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal,”tambahnya.
Selama kegiatan panen berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif hingga kegiatan selesai sekitar pukul 10.30 WIB. Pemerintah desa dan aparat berharap program serupa dapat terus berlanjut guna menjaga stabilitas pangan dan mendorong kemandirian sektor pertanian di daerah. (kos)
