JATINANGOR EKSPRES – Menggunakan skincare selama bulan puasa sering kali dikelilingi oleh mitos-mitos yang membuat rutinitas berantakan, padahal puasa justru menjadi peluang untuk me-reset kulit dengan hidrasi yang tepat. Berikut beberapa mitos dan fakta ilmiah yang membuktikan penyesuaian sederhana perawatan kulit kering-kusam tanpa memebatalkan ibadah puasa.
Mitos dan Fakta Skincare Saat Puasa
- Mitos: Rutinitas skincare wajib ditinggalkan selama puasa.
Fakta: Skin-fasting tidak sama dengan “skincare during fasting” alias istilah skin-fasting merupakan konteks yang berbeda dengan melewati rutinitas skincare saat puasa. Tetap pakai skincare dasar seperti face wash, moisturizer, dan sunscreen. Menurut KlikDokter, puasa dapat mengurangi hidrasi 20%, sehingga butuh emolien cegah barrier rusak.
- Mitos: Kulit tidak menyerap skincare selama berpuasa.
Fakta: Penyerapan turun sekitar 15% karena dehidrasi, tetapi penggunaan serum dengan kandungan Hyaluronic Acid/Niacinamide tetp efektif digunakan di malam hari (setelah berbuka).
Baca Juga:Hydrocolloid Patch Lebih Ampuh Dari Acne Patch? Ini PenjelasannyaPerhatikan Bahan Dasar Pada Serum Wajah Agar Kamu Tidak Salah Beli!
- Mitos: Menggunakan retinol/eksfoliasi dapat membatalkan puasa.
Fakta: Aman jika digunakan di malam hari (setelah berbuka), karena bahan aktif ini tidak masuk aliran darah secara signifikan. Selain itu, bahan aktif ini tidak disarankan dipakai di pagi hari karena kulit akan lebih sensitif terkena paparan matahari.
- Mitos: Lakukan facial/treatment dapat membatalkan puasa.
Fakta: Melakaukan treatment/facial tidak membatalkan puasa jika treatment yang dilakukan berupa non-invasif, begitu juga dengan treatment seperti injeksi booster.
- Mitos: Perlu double cleansing lebih banyak saat berpuasa.
Faktanya: Cukup lakukan cleanser ringan saat sahur + gel malam, melakukan over-wash malah menyebabkan kulit 30% lebih kering.
- Mitos: Tidak perlu menggunakan sunscreen ketika di dalam ruangan.
Fakta: Sinar UV dapat menembus jendela, perlu pakai sunscreen dengan SPF 30 di pagi hari untuk mencegah hiperpigmentasi, baik saat hari biasa maupun saat puasa.
- Mitos: Kulit otomatis lebih glowing setelah puasa.
Fakta: Mengonsumsi kurma dan/atau sayur selama puasa memang mempunyai nutrisi yang dapat membantu kulit lebih glowing dari dalam, namun jika kulit tidak memakai moisturizer akan tetap sia-sia, bahkan membuat kulit menjadi dehidrasi dan tambah kusam.
