JATINANGOR EKSPRES – Siapa yang belum mengetahui makna hujan dalam Islam?
Hujan merupakan anugerah dari Tuhan yang sangat baik bagi bumi.
Dalam ilmu geologi dan hidrologi, hujan adalah bentuk presipitasi cair yang menjadi bagian dari siklus hidrologi, yaitu proses ketika uap air terkondensasi di atmosfer lalu jatuh ke permukaan bumi.
Hujan terjadi saat udara yang mengandung uap air mendingin dan mengembun menjadi tetesan air.
Baca Juga:Pemilik Lahan Urugan di Sindanggalih Tuntut Kejelasan PenyelesaianPengangguran dan Lapangan Kerja, Perhatian Utama Dony dalam Refleksi Setahun Meminpin Sumedang
Tetesan tersebut menjadi cukup berat untuk mengatasi gaya apung, kemudian jatuh ke bumi karena gravitasi. Hujan memiliki peran yang sangat penting sebagai sumber air bagi kehidupan di bumi.
Dalam Islam, ketika hujan turun, umat Muslim dianjurkan untuk menyambutnya dengan rasa syukur karena penuh keberkahan.
Berikut tiga makna hujan dalam Islam:
1) Hujan dalam ayat Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah (2): 22)
Hujan sebagai Sumber Rezeki
Allah berfirman:
“Dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu”
Ayat ini menjelaskan bahwa hujan merupakan anugerah dari Tuhan yang diturunkan dari langit ke bumi sebagai sumber rezeki. Dengan turunnya hujan, bumi menjadi subur, tanaman tumbuh, serta makhluk hidup tidak mengalami kekeringan.
2) Hujan sebagai Air Suci dan Waktu Mustajab untuk Berdoa**
(Al-Qur’an, QS. Al-Furqan (25): 48)
Allah berfirman:
“Dialah yang meniupkan angin (sebagai) kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang sangat suci.”
Ayat ini menjelaskan bahwa hujan adalah air suci yang diturunkan Allah dari langit sebagai rahmat dan kabar gembira bagi seluruh makhluk hidup.
Dalam Islam, saat hujan turun juga diyakini sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa.
3) Hujan sebagai Rahmat dan Pemberi Kehidupan setelah Putus Asa**
(QS. Asy-Syura: 28)
Allah berfirman:
Baca Juga:MasyaAllah! 5 Keutamaan Membaca Al-Qur’an di Bulan Suci Ramadhan yang Jarang Disadari
“Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya”
Ayat ini menjelaskan bahwa hujan menjadi simbol rahmat Allah. Ketika manusia berada dalam kondisi putus asa, Allah menurunkan hujan sebagai bentuk kasih sayang dan harapan baru.
Hujan menjadi momentum bagi manusia untuk kembali berdoa dan memohon kepada-Nya, karena saat hujan merupakan waktu yang penuh keberkahan.
