Kiat Orang Tua Dampingi Anak Tarawih

Kiat Orang Tua Dampingi Anak Tarawih
Ilustrasi - Sejumlah anak mengikuti shalat berjamaah di masjid saat Ramadhan, momen kebersamaan yang dapat menumbuhkan kecintaan beribadah sejak dini.(nuruljadid)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Bulan suci Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum memperkuat ikatan keluarga melalui ibadah bersama, termasuk shalat tarawih.

Namun bagi sebagian orang tua, mengajak anak ikut tarawih berjamaah kerap menjadi tantangan. Durasi ibadah yang panjang dan rasa bosan sering membuat anak kehilangan minat.

Padahal, pendekatan yang tepat dapat menjadikan tarawih sebagai pengalaman spiritual yang menyenangkan, bukan sekadar kewajiban.

Baca Juga:Nikmat Sesaat, Risiko Bertahun-tahun

Psikologi perkembangan anak menunjukkan bahwa keterlibatan orang dewasa, rutinitas yang konsisten, serta suasana yang hangat dan ramah anak sangat berpengaruh terhadap motivasi mereka dalam beribadah.

Berikut lima cara agar anak lebih betah mengikuti tarawih:

1. Kenalkan Sejak Dini Secara Bertahap

Memperkenalkan tarawih sejak usia dini membantu anak beradaptasi tanpa merasa terpaksa. Orang tua bisa memulai dengan mengajak anak mengikuti shalat berjamaah yang lebih singkat seperti Dzuhur atau Ashar. Dengan begitu, anak terbiasa dengan suasana masjid dan ritme ibadah.

2. Jadikan Tarawih Aktivitas Keluarga

Keterlibatan langsung orang tua menjadi kunci. Anak belajar melalui contoh yang konsisten.

Teori pembelajaran sosial menyebutkan bahwa anak meniru perilaku yang mereka lihat. Ketika orang tua berdiri, rukuk, dan duduk bersama dalam jamaah, anak cenderung mengikuti.

Rutinitas tarawih dapat dirancang sebagai momen kebersamaan setelah berbuka. Misalnya, sebelum berangkat, keluarga berdoa bersama atau membaca ayat pendek agar suasana spiritual sudah terbangun.

3. Ciptakan Suasana Ramah Anak

Tarawih bisa terasa panjang bagi anak. Karena itu, penting menghadirkan lingkungan yang nyaman.

Pilih masjid yang tidak terlalu padat atau memiliki ruang yang lebih lapang. Jika memungkinkan, beri anak ruang kecil untuk membawa buku doa, buku cerita Islami, atau tas kegiatan ringan agar tetap terlibat secara visual tanpa mengganggu jamaah.

4. Jelaskan Makna Tarawih dengan Bahasa Sederhana

Baca Juga:

Anak lebih mudah memahami sesuatu melalui cerita dan analogi. Jelaskan bahwa tarawih adalah cara bersyukur kepada Allah setelah seharian berpuasa.

Pendekatan naratif membantu anak mengaitkan ibadah dengan nilai emosional, bukan sekadar kewajiban.

Cerita ringan tentang Ramadhan dan pahala tarawih dapat disampaikan sebelum atau sesudah ibadah.

0 Komentar