Di Rancakalong sore itu, Ramadan tidak hanya diisi dengan menunggu waktu. Ia diisi dengan merawat jati diri. Dan di tangan Cepot, kebudayaan kembali menemukan panggungnya—sederhana, tapi bermakna.(red)
Menunggu Azan Bersama Cepot, Ketika Budaya dan Ramadan Saling Menguatkan di Geoteater Rancakalong
