Nikmat Sesaat, Risiko Bertahun-tahun

Nikmat Sesaat, Risiko Bertahun-tahun
TAKJIL: Aneka takjil di salah satu kios di kawasan Jalan Sumedang.(antara)
0 Komentar

JATINANGOR EKPES – Kebiasaan berbuka puasa dengan gorengan memang sulit ditinggalkan.

Namun di balik rasa gurih dan renyahnya, tersimpan ancaman serius bagi kesehatan organ tubuh, terutama jika dikonsumsi berlebihan setelah seharian berpuasa.

Dietisien dari RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung, Yesi Herawati, mengingatkan bahwa organ pertama yang terdampak adalah hati.

Asupan lemak berlebih akan disimpan di organ tersebut.

Jika penumpukan terjadi terus-menerus, kondisi itu dapat berkembang menjadi perlemakan hati, peradangan, sirosis, bahkan kanker hati.

Selain hati, jantung dan pembuluh darah juga berisiko mengalami gangguan.

Baca Juga:Mundur Lalu Terjun Rem Blong Di Tanjakan, Truk Batu Bara Nyemplung Ke JurangMenunggu Azan Bersama Cepot, Ketika Budaya dan Ramadan Saling Menguatkan di Geoteater Rancakalong

Lemak yang tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah dan memicu penyumbatan.

“Hal ini dapat meningkatkan kolesterol dalam darah sehingga terjadi penyumbatan yang berisiko aterosklerosis dan penyakit jantung koroner,” ujarnya seperti dilansir dari laman antara, baru-baru ini.

Organ lain yang tak luput dari dampak adalah pankreas dan empedu. Konsumsi lemak berlebih dapat memicu resistensi insulin yang meningkatkan risiko diabetes.

Ginjal pun dipaksa bekerja lebih keras untuk memproses sisa metabolisme lemak, yang dalam jangka panjang berpotensi menyebabkan penyakit ginjal kronik.

Tak hanya itu, lemak berlebih di area perut juga dapat menekan diafragma dan memengaruhi fungsi paru-paru sehingga menimbulkan sesak napas.

Sistem reproduksi pun bisa terdampak akibat ketidakseimbangan hormon yang berujung pada penurunan kesuburan.

Yesi menjelaskan, setelah berpuasa sekitar 12 jam, sistem pencernaan berada dalam kondisi istirahat.

Baca Juga:Viral Bocah di Sukabumi Tewas Mengenaskan Diduga Disiram Air Panas oleh Ibu TiriCegah Tawuran Berkedok Perang Sarung, Aparat Amankan 10 Remaja

Jika langsung dibebani makanan tinggi lemak seperti gorengan, saluran cerna dipaksa bekerja keras secara mendadak.

Kondisi ini dapat memicu gangguan pencernaan dan rasa tidak nyaman di perut.

Risiko menjadi lebih besar bagi mereka yang sudah mengalami kegemukan atau obesitas. Konsumsi gorengan berlebihan dapat memperparah penumpukan lemak dalam tubuh dan meningkatkan ancaman penyakit kronis seperti jantung, stroke, diabetes melitus, hingga kanker.

Meski demikian, gorengan bukan berarti harus dihindari sepenuhnya bagi individu dengan status gizi normal.

Yesi menyarankan batas aman konsumsi maksimal dua buah per hari, dengan catatan tidak disertai menu lain yang digoreng atau bersantan.

0 Komentar