Perkuat Karakter Keagamaan Siswa

Perkuat Karakter Keagamaan Siswa
Ilustrasi - Proses KBM berlangsung, seorang guru menerangkan materi dan siswa mengikuti pelajaran dengan fokus.(antara)
0 Komentar

JATINANGOR EKPES – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, melakukan penyesuaian kegiatan belajar mengajar (KBM) selama Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat pembinaan karakter keagamaan peserta didik tanpa menghentikan proses pembelajaran.

Sekretaris Disdik Kabupaten Sumedang, Dani Setiawan, mengatakan selama bulan Ramadhan kegiatan belajar tetap berlangsung, namun sekolah diminta memberi ruang lebih besar bagi aktivitas yang mendukung peningkatan iman, takwa, dan akhlak mulia siswa.

“Selama Ramadhan, KBM tetap dilaksanakan, namun pembelajaran dipastikan memberi ruang bagi kegiatan yang bermanfaat untuk meningkatkan iman, takwa dan akhlak mulia peserta didik,” ujarnya seperti dilansir dari laman antara baru-baru ini.

Baca Juga:3,55 Juta Warga Miskin jadi AlarmHarga Cabai Rawit Pecah Rekor

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Disdik tentang pembelajaran di bulan Ramadhan. Dalam aturan itu, penyesuaian teknis waktu belajar di sekolah berlaku mulai 23 Februari hingga 14 Maret 2026.

Sebelumnya, pada 18 hingga 21 Februari 2026, siswa melaksanakan kegiatan belajar mandiri di rumah atau lingkungan keluarga sesuai penugasan dari sekolah.

Untuk jam efektif, kegiatan belajar tetap dimulai pukul 06.30 WIB. Namun, durasi setiap jam pelajaran dipersingkat. Untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi 30 menit per jam, Sekolah Dasar (SD) 25 menit per jam, dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) maksimal 90 menit per hari.

Selain penyesuaian waktu, Disdik mendorong penguatan kegiatan keagamaan di sekolah. Bagi siswa beragama Islam, dianjurkan mengikuti tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, serta kajian keislaman.

Sementara siswa non-Muslim diarahkan mengikuti bimbingan rohani sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

“Bentuk kegiatan tersebut disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik masing-masing satuan pendidikan,” katanya.

Disdik juga mengimbau sekolah tidak memberikan tugas berlebihan selama pembelajaran mandiri.

Baca Juga:Ramadan Jadi Momentum PerubahanPuasa Bukan Alasan Tidak Olahraga

Penggunaan gawai dan internet secara intensif diminta dikurangi agar siswa dapat lebih fokus pada pembinaan karakter serta memperkuat kebersamaan bersama keluarga selama Ramadhan.

Adapun jadwal libur Idul Fitri dimulai pada 16 hingga 20 Maret 2026, dilanjutkan libur Hari Raya hingga 28 Maret 2026. Kegiatan belajar mengajar dijadwalkan kembali normal pada 30 Maret 2026.(ant)

0 Komentar