Selain air putih, buah tinggi kandungan air seperti semangka dan jeruk dapat membantu menjaga hidrasi. Jika berolahraga setelah berbuka dengan keringat cukup banyak, minuman elektrolit bisa menjadi pilihan untuk mengganti mineral yang hilang.
Dari sisi nutrisi, sahur sebaiknya mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau gandum serta serat agar energi dilepas secara perlahan (slow release). Saat berbuka, isi kembali cadangan energi dengan karbohidrat sederhana seperti kurma, disertai protein untuk membantu pemulihan otot.
Hindari makanan terlalu berminyak dan tinggi garam yang dapat memicu rasa haus berlebihan keesokan harinya.
Baca Juga:Kiat Orang Tua Dampingi Anak TarawihMenunggu Azan Bersama Cepot, Ketika Budaya dan Ramadan Saling Menguatkan di Geoteater Rancakalong
Kesadaran diri menjadi kunci utama. Hentikan olahraga jika muncul gejala seperti pusing, mual, jantung berdebar, keringat dingin, atau tubuh terasa sangat lemas. Memaksakan diri saat perut kosong berisiko menyebabkan hipoglikemia atau kadar gula darah terlalu rendah.
Pada akhirnya, olahraga di bulan puasa bukanlah soal ambisi fisik, melainkan upaya menjaga amanah tubuh. Dengan pengaturan waktu, intensitas, dan hidrasi yang tepat, ibadah puasa dapat dijalani dengan tubuh yang tetap bugar dan pikiran yang lebih jernih.(red)
