JATINANGOR EKPES – TUHAN, tak semua orang -(termasuk Aku), mengerti tentang Mu. Pun Engkau tak beri mengerti semua orang. Tentang apapun, apalagi tentang Mu.
Hatta ketika dia terpuruk, sedikit orang yang mengambil “hikmah” atas apa yang terjadi. Keterpurukan yang terjadi akibat lakulampah sendiri. Berbuah penyesalan tak terperi.
Tuhan, walau pun begitu, Engkau tetap beri semua orang “rahmat” dan “nikmat”. Rahmat Mu yang tak memandang status sosial, ekonomi, politik, budaya,warna kulit atau apapun pemetaan sosialogis manusia. Engkau beri mereka semua, dan tak semua paham pemberian Engkau.
Baca Juga:KPU Sasar 45 Ribu Pemilih MudaSiapkan 3.040 Tiket Mudik Gratis 2026
Semua minta diberi dan tak balik memberi. Bukan kepada Mu memberi, tapi kepada sesama. Itu pun tak dilakui.
Gusti, apa yang ada di bumi ini, Engkau beri untuk Kami, sebagai amanah, bukan untuk dijarah atau dijual murah.
Memurah-marehkan bumi seisinya untuk membeli onggrongan-pujian palsu, hedoni dan membayar ketakutan atas dominasi. Walau Kau tak cawe-cawe,
Kami membuat aturan sendiri untuk menjaga titipan Mu. Aturan yang menjadi undang-undang dasar tertinggi di negeri ini pun kadang tak dihiraukan. Diabaikan oleh penguasa dan oligarkh demi untuk memenuhi kepentingan pun keserakahannya.
Hyang Widi Wasa, kata bijak bestari, Engkau adalah tempat berkeluh kesah yang paling aman dan nyaman. Engkau tak birokratis kepada siapapun.
Engkau bisa ditemui kapanpun, dimanapun dan sedang apapun. Anytime semua orang bisa menemui Mu. Engkau ada, bagi orang yang mau Engkau ada, walau mereka tak memahai Engkau sepenuhnya.
Dalam soal ini, aku ingin berkeluh kesah kepada Mu. Ah tapi, masa urusan pribadi menjadi urusan Mu. Bukannya Engkau telah beri aku-kami, akal. Untuk menyelesaikan segala persoalan dan mengelola amanah Mu. Tapi akal ini kadang disetir nafsu serakah, bukan nurani.
Baca Juga:Perkuat Karakter Keagamaan Siswa3,55 Juta Warga Miskin jadi Alarm
Ya sudahlah Gusti, aku cuma mau cerita dengan Mu. Karena akalku terbatas. Untung tidak sampai mendapat predikat IQ jongkok. Dan aku pun tak punya kuasa apa-apa.
Hingga tak mampu menyelesaikan berbagai kegundahan hati ini. Jadi aku hanya cerita kepada Mu. Semoga Kau tidak menyebarkannya kepada yang lain, sebagai mana Kau selalu tutupi aibku. Bisa hancur reputasiku, jika Kau buka aibku. Terimakasih Gusti.
