Trump Trap

POJOK HALAMAN 1 Trump Trap
POJOK HALAMAN 1 Trump Trap
0 Komentar

Tidak banyak yang aku mau ceritakan kepadaMu, Gusti. Gelisah pertamaku, soal Ramadhan ini. Bulan penuh berkah dan ampunan serta segala kebaikan yang dikhotbahkan para pengkhutbah agama.

Nilai agama yang ramai dikhutbahkan bukan dilakukan. Tapi terus terang Gusti, aku sendiri tipikal hamba yang biasa-biasa saja. Ibadah iya tapi ya… masih suka menuruti syahwat. Jadi mohon Engkau menerima aku apa adanya.

Gundahku yang lain soal segala keinginan yang menggunung. Mulai dari soal anak, istri, hujan, panas, makanan, teman, jerat hutang bank, pimpinan, harta hingga jabatan, selalu menjadi tuntutanku kepada Mu.

Baca Juga:KPU Sasar 45 Ribu Pemilih MudaSiapkan 3.040 Tiket Mudik Gratis 2026

Seolah memaksa Mu untuk memenuhinya. Tapi wajarlah aku meminta kepada Mu, karena Engkau Maha Kaya. Dan Kau sendiri menyuruh kami untuk meminta/berdoa kepada Mu. Jadi ku minta saja kepada Mu. Soal dikabulkan atau tidak, itu bukan urusanku.

Urusanku adalah bekerja maksimal dan sebaik-baiknya saja. Urusan Mu adalah meridhoi aku, karena aku adalah hamba Mu yang sedang menjalankan perintah Mu, yaitu selalu meminta kepada Mu.

Sebenarnya resahku banyak. Tak pantas juga aku mintakan semua kepada Mu untuk menyelesaikannya. Tapi satu lagi saja Tuhan, aku mau ceritakan kepada Mu, risauku. Tuhan kenapa semua tunduk kepada Trump? Apakah juga pemimpin kami? Semoga tidak! Karena mereka adalah simbol kedaulatan bangsa dan negara ini. Konon menurut orang-orang, kedaulatan itu tersandera Trump Trap.

Padahal kami ingin kedaulatan itu dijaga mati-matian oleh pemimpin kami. Saya tak mengerti Gusti. Mungkin hanya Kau dan rumput yang bergoyang yang tahu jawabannya. (Kang Marbawi, 220226)

0 Komentar