Dugaan Perpeloncoan Pekerja Migran Indonesia di Jepang Viral, Netizen Geram

Dugaan Perpeloncoan Pekerja Migran Indonesia di Jepang Viral, Netizen Geram
Dugaan Perpeloncoan Pekerja Migran Indonesia di Jepang Viral, Netizen Geram. ( Screenshoot)
0 Komentar

JATINANGOR EKPRES – Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi perpeloncoan atau bullying terhadap sejumlah pekerja migran Indonesia yang baru tiba di Jepang.

Namun, saat sampai di Jepang tidak sesuai ekspektasi. Bukannya dibimbing dan disambut dengan baik, mereka justru diduga diperlakukan tidak wajar oleh oknum yang berperan sebagai senior sesama WNI.

Dalam video yang beredar di berbagai platform, terlihat sekelompok pemuda duduk bersila di atas lantai tatami dengan kondisi rambut gundul. Mereka diduga diperintahkan untuk bertelanjang dada di dalam ruangan.

Baca Juga:Dugaan “Sunat Anggaran” MBG di Sumedang Menguat, Asep Sugian: Ingat Dosa, Itu Uang Rakyat dan Hak Anak YatimSekda Tuti Ingatkan Perizinan Tak Boleh Berbelit, Tegas Tolak Praktik Pungli

Keresahan netizen semakin memuncak saat para pekerja baru tersebut diduga dipaksa mengonsumsi natto dalam jumlah banyak.

Natto merupakan makanan fermentasi kedelai khas Jepang. Sambil memegang sumpit, para junior tampak kesulitan saat menelan makanan tersebut.

Terdengar pula suara dari balik kamera yang terus memberikan instruksi dengan nada tinggi.

Aksi tersebut diduga dilakukan atas dasar senioritas dan menuai protes keras dari warganet.

Banyak yang menilai tindakan itu tidak memiliki nilai edukatif dan justru mencoreng solidaritas pekerja migran.

Berbagai komentar pun membanjiri unggahan tersebut.

“Parah sih ini, kalau benar terjadi perpeloncoan seperti ini sangat tidak lucu. Junior baru datang seharusnya diberi motivasi, bukan malah diduga dipaksa seperti ini. Tolong pikirkan perasaan keluarga mereka di tanah air,” tulis salah satu netizen dalam kolom komentar.

“Sama-sama cari uang, apaan kayak gituan. Kalau konsepnya anak baru atau murid baru di sekolah atau kuliahan wajar, ini istilahnya ingin bekerja. Emang benar ya ‘Sesungguhnya musuh kita bangsanya sendiri,’” kata Tijji.

Baca Juga:

“Yang begini pada akhirnya mereka punya dendam sama junior berikutnya. Ujung-ujungnya kasus besar nanti,” ujar Angga Saputra.

“Tradisi begini yang nggak bakal putus tali dendamnya. Nanti terus begitu ke bawahannya yang baru. Saya kerja di perusahaan lebih dari 10 tahun, disuruh tracking anak-anak baru tidak pernah sekalipun merendahkan adik-adik yang baru meniti karier. Diperlakukan begini malah saya rangkul semua seperti adik sendiri. Sekarang saya resign, mereka masih sering WA dan kadang ada saja uang masuk ke ATM saya. Mereka bilang, ‘Om, ini patungan anak-anak buat beli rokok,’” kata es cekek.

0 Komentar