Hingga saat ini, pihak terkait seperti Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) maupun Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo dilaporkan tengah memantau perkembangan informasi tersebut untuk memastikan kebenaran lokasi kejadian serta identitas oknum yang terlibat.
Mirisnya, dalam dunia pekerjaan masih ada praktik senioritas. Seharusnya mereka sama-sama saling merangkul, bukan malah melakukan perundungan.
Publik pun mendesak agar praktik yang diduga melanggar etika perantau ini segera dihentikan demi menjaga nama baik pekerja Indonesia di luar negeri serta mencegah terulangnya kejadian serupa.
