Hanya Tidur 6 Jam Tapi Merasa Sehat? Waspada, Otak Anda Mungkin Sedang Mengalami Stres Neurologis!

Dampak kurang tidur terhadap kesehatan otak dan fungsi kognitif menurut ahli neurologi Dr. Sudhir Kumar.
Dampak kurang tidur terhadap kesehatan otak dan fungsi kognitif menurut ahli neurologi. (Foto: Disway)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Tidur adalah cara alami manusia untuk mengisi kembali energi yang hilang. Idealnya, waktu tidur yang berkualitas dilakukan selama 7 hingga 9 jam setiap malamnya. Kualitas dan waktu tidur yang buruk ternyata memiliki efek samping yang serius, bukan hanya bagi kesehatan tubuh, tapi juga fungsi kognitif otak.

Dilansir dari kantor berita ANTARA melalui laman Hindustan Times (2/3), seorang ahli neurologi di Rumah Sakit Apollo Hyderabad, Dr. Sudhir Kumar, MD, DM, menjelaskan sebuah fakta mengejutkan. Seseorang mungkin merasa baik-baik saja secara fisik setelah hanya tidur selama enam jam, namun secara fungsional, otak menunjukkan perubahan yang signifikan.

“Dalam studi terkontrol, orang yang hanya tidur enam jam per malam selama dua minggu menunjukkan kinerja kognitif seolah-olah mereka telah terjaga selama 24 hingga 48 jam nonstop,” ungkap Dr. Sudhir dalam unggahan medianya.

Bahaya Stres Neurologis yang Tersembunyi

Baca Juga:Berapa Biaya Pembuatan SIM A dan C Tahun 2026? Cek Rincian Terbaru dan Dendanya di Sini!Bolehkah Mengorek Telinga Saat Sedang Berpuasa? Simak Batasan dan Penjelasan Medisnya!

Fakta yang paling mengkhawatirkan adalah kebanyakan orang tidak menyadari penurunan fungsi otak mereka sendiri. Kondisi inilah yang disebut sebagai Stres Neurologis. Dampak yang dialami bisa dirasakan secara langsung, seperti:

Gangguan memori kerja (mudah lupa).Reaksi motorik yang melambat.Pengambilan keputusan yang buruk atau tidak akurat.Kebutuhan Waktu Tidur Berdasarkan Usia

Menurut data dari Mayo Clinic, kebutuhan waktu tidur seseorang sebenarnya sudah ditentukan berdasarkan tahapan usia guna menjaga kebugaran tubuh dan fungsi otak. Berikut rincian lengkapnya:

  • Bayi (4 – 12 bulan): Membutuhkan 12–16 jam.
  • Anak (1 – 2 tahun): Membutuhkan 11–14 jam.
  • Anak (3 – 5 tahun): Membutuhkan 10–13 jam.
  • Anak (6 – 12 tahun): Membutuhkan 9–12 jam.
  • Remaja (13 – 18 tahun): Membutuhkan 8–10 jam.
  • Dewasa (18 tahun ke atas): Minimal 7 jam atau lebih.

Menjaga pola tidur bukan sekadar memuaskan rasa kantuk, melainkan investasi jangka panjang untuk kesehatan saraf dan ketajaman berpikir kita di masa depan.

0 Komentar