Program Parkir Berlangganan Disorot, Pelayanan dan Pengawasan Dipertanyakan

Program Parkir Berlangganan Disorot, Pelayanan dan Pengawasan Dipertanyakan
Program Parkir Berlangganan Disorot, Pelayanan dan Pengawasan Dipertanyakan. (Ilustarsi).
0 Komentar

JATINANGOR EKPRES – Program parkir berlangganan yang dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat masih menyisakan sejumlah persoalan di lapangan.

Dengan sistem ini, pengguna seharusnya cukup membayar iuran dalam periode tertentu tanpa perlu lagi mengeluarkan biaya setiap kali memarkirkan kendaraan.

Namun, pada praktiknya, masih ada kendala yang membuat sebagian pengguna merasa kurang nyaman.

Baca Juga:Warga Keluhkan Jalan Rusak di Narogong–Cigentur, Rawan KecelakaanKisah Inspiratif Adit, Utamakan Jalur Langit Dunia Pun Mengikuti

Salah satu pengguna, Asifah (23), mengaku telah memanfaatkan layanan parkir berlangganan selama kurang lebih empat hingga lima bulan terakhir. Ia memilih program tersebut karena dinilai lebih praktis dan dapat menghemat pengeluaran harian.

“Saya pakai parkir berlangganan sudah sekitar empat atau lima bulan. Supaya lebih praktis dan hemat saja,” ujarnya kepada Sumeks, Senin (2/3).

Dari segi fasilitas, Asifah menilai area parkir tergolong cukup tertata. Kendaraan biasanya diparkir dengan rapi sehingga tidak terlalu menghambat akses keluar masuk. Meski demikian, kondisi berbeda terjadi saat jam sibuk, di mana area parkir menjadi padat dan kurang leluasa.

“Tempatnya cukup rapi, tapi kadang kalau lagi ramai jadi agak padat,” katanya.

Permasalahan muncul ketika, meskipun telah terdaftar sebagai pelanggan, ia masih dimintai uang parkir secara tunai oleh oknum petugas. Besaran yang diminta umumnya Rp2.000, namun tidak selalu diterima oleh petugas tertentu.

“Terkadang diminta Rp2.000, tapi ada juga beberapa oknum yang nggak terima kalau kita kasih Rp2.000,” jelasnya.

Ia juga menyoroti ketidakkonsistenan pelayanan, di mana petugas terkadang tidak berada di lokasi saat kendaraan datang, namun muncul saat pengguna hendak pergi dan meminta pembayaran.

Baca Juga:Butuh Perbaikan, Ruang Bekas Fraksi DPRD Sumedang Dialokasikan Dana Rp200 JutaKeutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan Rezeki Mengalir Deras

“Kadang pas kita parkir nggak ada orangnya, tapi pas mau pulang baru ada dan minta bayar,” ungkapnya.

Asifah berharap pengelolaan parkir berlangganan dapat lebih tertib dengan aturan yang jelas dan pengawasan yang tegas. Ia juga menilai perlunya peningkatan pelayanan serta penambahan lahan parkir agar kenyamanan pengguna lebih terjamin.

“Kalau bisa pelayanannya lebih ditingkatkan lagi,” tutupnya. (epa)

0 Komentar