JATINANGOR EKPRES, Tanjungkerta – Kondisi akses jalan penghubung Narogong dan Cigentur, Kecamatan Tanjungkerta, dikeluhkan warga karena mengalami kerusakan cukup parah. Keluhan tersebut disampaikan warga saat ditemui pada Senin (2/3).
Jalan yang menjadi jalur aktivitas harian masyarakat itu dinilai membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua.
Berdasarkan penelusuran di lokasi, titik awal kerusakan berada di Jalan Sawah Jati RT 03 RW 02, Desa Guntur Mekar, yang berbatasan dengan Desa Cipanas.
Baca Juga:Kisah Inspiratif Adit, Utamakan Jalur Langit Dunia Pun MengikutiButuh Perbaikan, Ruang Bekas Fraksi DPRD Sumedang Dialokasikan Dana Rp200 Juta
Salah seorang warga menjelaskan bahwa jalur tersebut mengarah ke Narogong dan Cigentur, termasuk kawasan Sindang Taman sebelum belokan menuju pesantren.
“Kalau Sindang Taman itu sudah masuk Desa Cipanas, kalau yang ini Guntur Mekar,” ujarnya, menjelaskan batas wilayah administratif di sekitar jalan rusak tersebut.
Keluhan serupa disampaikan Kusnadi, warga Tanjungkerta yang sehari-hari melintasi jalan itu. Ia menyebut kondisi jalan berlubang dan bertanggul membuat perjalanan tidak nyaman.
“Jalannya enggak enak dilalui, maunya sih bagus. Ini bisa ngerusak motor,” katanya.
Ia juga menuturkan bahwa kerusakan jalan kerap memicu kecelakaan.
“Dulu sempat ada penjual sayur yang jatuh,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar akses dari Narogong menuju Cigentur yang melewati kawasan permukiman tersebut kembali layak dan aman dilalui.
Pasalnya, jalan itu menjadi jalur penting bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah Tanjungkerta. (epa)
CAPTION: (Intan/Sumeks)
