JATINANGOR EKSPRES – Zat karsinogen merupakan zat yang terkandung dalam makanan yang dapat memicu kanker. Selain itu, makanan tinggi lemak dan tinggi gula dapat memicu sel kanker tumbuh lebih cepat. Dengan menghindari atau membatasi makanan tersebut, risiko kanker dapat berkurang.
World Health Organization (WHO) mencatat bahwa penyakit kanker menyebabkan sekitar 10 juta kematian setiap tahunnya. Hal ini menjadikan kanker sebagai salah satu penyakit dengan tingkat kematian tertinggi di dunia.
Penyakit kanker sebenarnya bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari faktor genetik, gaya hidup, hingga pola makan. Namun, faktor pola makan menjadi perhatian utama. Beberapa makanan boleh saja dikonsumsi, tetapi batas tertentu harus tetap diikuti. Berikut adalah jenis makanan yang sebaiknya dibatasi atau dihindari:
1. Gorengan
Baca Juga:Kenapa Orang Sunda Awet Muda? Rahasia Khasiat Lalapan dan Sambal Dadak bagi KesehatanPHEV: Solusi Realistis di Tengah Tren Mobil Listrik, Apa Keunggulannya?
Gorengan menjadi makanan yang sangat diminati masyarakat Indonesia karena rasanya yang enak, gurih, dan harganya murah. Namun, peneliti menyebutkan bahwa tepung di dalam gorengan yang dimasak pada suhu tinggi dapat menciptakan zat karsinogen bernama Akrilamida.
Zat ini dapat merusak DNA dan memicu kematian sel tubuh. Mengonsumsi gorengan secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan obesitas yang menjadi pintu masuk berbagai penyakit kronis.
2. Daging Olahan (Daging Merah)
Sosis, kornet, ham, dan produk daging merah lainnya yang diolah dengan cara diawetkan, diasap, atau dikalengkan dapat menciptakan zat karsinogen.
Makanan yang diolah pada suhu tinggi dapat menghasilkan zat bernama heterocyclic amines (HCA). Jika dikonsumsi secara berlebihan, zat tersebut bisa memicu berbagai jenis kanker, seperti kanker payudara, kanker lambung, kanker pankreas, dan kanker kolorektal.
3. Makanan Ultra-Proses (Ultra-Processed Foods)
Makanan ultra-proses adalah makanan olahan yang sudah mengalami perubahan besar dari bentuk alaminya. Makanan ini biasanya diproduksi dalam skala besar dengan tambahan gula, garam, lemak jenuh, dan pengawet buatan.
Beberapa contoh makanan dan minuman ultra-proses antara lain:
- Minuman kaleng bersoda.
- Pizza beku dan roti kemasan.
- Es krim, permen, dan sereal manis.
