Mengenal Mekanisme Otak di Balik Tindakan Impulsif: Penjelasan Psikolog UGM terkait Kekerasan

anatomi otak manusia yang menonjolkan bagian Amigdala dan Prefrontal Cortex untuk menjelaskan respons emosi da
anatomi otak manusia yang menonjolkan bagian Amigdala dan Prefrontal Cortex untuk menjelaskan respons emosi dan logika. (Foto: Harian Disway)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Kasus pembunuhan yang berawal dari lingkungan dekat sering terjadi akhir-akhir ini. Pelaku dan korban sering kali memiliki hubungan yang cukup baik, akan tetapi masalah sepele bisa saja menjadi besar bila tanpa pengendalian emosional yang bagus.

Sebenarnya, bagaimana cara kerja otak dan pikiran pelaku sehingga berani mencelakai orang lain, bahkan rela merenggut nyawa dengan tangannya sendiri?

Dikutip dari laman ANTARA, Kamis (05/03/2026), Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, Theresia Novi Poespita Candra, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog, mengatakan bahwa secara biologis manusia memiliki dua area otak yang berfungsi untuk merespons emosi, yakni Amigdala dan Prefrontal Cortex.

Baca Juga:Jangan Sampai Ketinggalan! Bumi Manusia Versi Extended Tayang Perdana Hari Ini di KlikFilmPanduan Lengkap Ramadan di Thailand 2026: Destinasi, Kuliner Halal, dan Indahnya Toleransi

“Amigdala adalah pusat emosi dasar seperti takut dan marah. Ketika seseorang merasa terancam atau tertekan, bagian ini bisa mendominasi dan memicu respons instingtif seperti menyerang, lari, diam, atau mengikuti,” ujar Novi.

Di sisi lain, terdapat pengaruh atau efek pendidikan yang minim serta kurangnya latihan pada anak untuk berpikir kritis dan menunda respons. Media sosial juga menjadi faktor utama karena penggunaan yang sangat intens dapat mempercepat pengambilan keputusan secara impulsif.

Selain itu, faktor stres yang berkepanjangan, kelelahan, konflik relasi, riwayat pengalaman kekerasan, hingga penggunaan zat tertentu turut menjadi pemicu utama seseorang kehilangan kendali atas tindakannya.

0 Komentar