JATINANGOR EKPRES – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, sejumlah toko pakaian di Kabupaten Sumedang mulai dipadati pembeli. Masyarakat terlihat mulai berburu pakaian baru untuk persiapan menyambut Lebaran, terutama pada pertengahan hingga akhir bulan Ramadan.
Salah seorang pedagang pakaian di Sumedang, Rido, mengatakan bahwa peningkatan jumlah pembeli biasanya sudah mulai terasa bahkan sebelum Ramadan dimulai.
“Setiap tahun sekitar satu minggu sebelum puasa juga sudah mulai ramai,” ujarnya kepada Sumeks, Kamis (5/3).
Baca Juga:Penjualan Makanan Kering di Pasar Sumedang Meningkat Jelang LebaranNuzulul Quran 2026 Tiba, Simak Sejarah Singkat dan Jadwal Pelaksanaannya
Meski tidak menawarkan potongan harga khusus, minat masyarakat untuk membeli pakaian di tokonya tetap cukup tinggi. Rido menyebut, sejak awal tokonya memang tidak menerapkan sistem diskon tertentu, namun pelanggan tetap datang untuk berbelanja kebutuhan Lebaran.
Menurutnya, tren pakaian tahun ini didominasi warna-warna cerah yang terlihat mencolok. Model pakaian yang banyak diminati antara lain busana dengan tampilan elegan yang sering digunakan untuk acara kondangan.
“Tahun sekarang banyak yang mencari baju dengan warna cerah atau yang terlihat ‘ngejreng’. Biasanya modelnya mirip baju kondangan,” jelasnya.
Dari segi warna, krem menjadi salah satu pilihan favorit pelanggan. Rido melihat tren tersebut juga terlihat di beberapa toko pakaian lain yang menawarkan produk dengan warna serupa.
Seiring meningkatnya jumlah pembeli selama Ramadan, pihak toko juga menambah stok pakaian lebih banyak dibandingkan hari biasa. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat menjelang Lebaran.
Meski begitu, Rido menilai tingkat penjualan selama Ramadan cenderung stabil setiap tahunnya. Toko yang telah beroperasi sekitar 10 hingga 15 tahun tersebut disebutnya tidak mengalami lonjakan yang terlalu tinggi, namun juga tidak mengalami penurunan yang signifikan.
“Alhamdulillah tiap Ramadan penjualannya relatif stabil,” ujarnya. (epa)
