“Ini kesempatan bagi kami untuk kembali mengevaluasi diri karena kami adalah perwakilan Katolik yang memiliki nilai-nilai yang ingin kami perkuat kembali,” kata dia.
Rektor UNPAR, Prof. Tri Basuki Joewono menyambut penyelenggaraan kongres di kampusnya. Dia menilai, momentum ini menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi Katolik dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi.
“Sebagai tuan rumah kami menyambut baik karena UNPAR juga menjadi salah satu anggota APTIK yang terlibat sejak awal. Kesempatan ini menjadi ruang untuk merefleksi bagaimana menata langkah kolaborasi agar pelayanan tridarma menjadi lebih bernilai dan berdampak,” ujarnya.
Baca Juga:Viral Pemuda di Tana Toraja Aniaya Ibu Kandung dengan Parang, Korban Alami Luka SeriusKecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, Dua Orang Tewas dan Empat Luka-luka
Menurut Tri Basuki, tema kongres sejalan dengan upaya perguruan tinggi Katolik untuk menjawab tantangan pendidikan di tengah berbagai kerentanan sosial.
“Kami ingin bersama-sama menjawab tantangan pendidikan dan mengisi celah yang ada, terutama bagaimana menguatkan peran perguruan tinggi di tengah zaman yang mengalami banyak kerentanan,” kata dia.
Sementara itu, Ketua Panitia Kongres ke-43 Ake-4, Catharina Badra Nawangpalupi berharap forum tersebut dapat mempererat kerja sama antarperguruan tinggi Katolik sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta kongres akan mengikuti berbagai sesi refleksi dan diskusi untuk merumuskan rekomendasi strategis, termasuk arah baru organisasi melalui pembaruan rencana strategis APTIK.
“Harapannya kongres ini semakin mempererat dan mempercepat gerak langkah bersama perguruan tinggi Katolik,” ujarnya.
“Sehingga kualitasnya meningkat dan memberi dampak kepada masyarakat yang lebih luas,” pungkasnya.
