JATINANGOR EKPRES – Viral di media sosial sebuah video yang beredar dan membuat jagat maya heboh.
Video tersebut memperlihatkan seorang pemuda berinisial IA (18), warga Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, tega menganiaya ibu kandungnya sendiri menggunakan sebilah parang hingga korban mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan medis secara intensif.
Peristiwa tersebut terjadi setelah pelaku ditegur oleh ayahnya karena terlalu asyik bermain game.
Baca Juga:Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, Dua Orang Tewas dan Empat Luka-lukaPemkab Sumedang Siapkan Anggaran Khusus untuk Pemberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji
Teguran tersebut diduga memicu emosi pelaku yang kemudian memuncak saat makanan yang ia inginkan belum disiapkan.
Dalam situasi emosi tersebut, pelaku mendatangi ibunya dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam berupa parang.
Akibat serangan tersebut, korban tersungkur dengan kondisi berlumuran darah di lokasi kejadian.
Warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut segera memberikan pertolongan. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Warga juga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Polisi yang menerima laporan langsung bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa sebilah parang yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Tana Toraja, Iptu Syahruddin, menyampaikan bahwa pelaku sakit hati atas teguran dari ayahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pelaku telah diamankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga:Jusuf Hamka Borong Takjil di Alun-Alun Sumedang, Warga Kebagian GratisMasalah Bendung Cihamerang Belum Tuntas, Pemkab Didorong Percepat Solusi
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban yang merupakan ibu kandung pelaku mengalami sejumlah luka serius, di antaranya luka robek pada bagian tangan dan kaki, serta luka gigitan akibat serangan pelaku.
Tanggapan warganet yang membanjiri kolom komentar:
“Kecanduan game merusak bangsa. Main game tidak bisa terganggu. Pemerintah harus buka mata terhadap dampak game. Orang tua harus mulai mendisiplinkan anak,” kata Nurhidayati.
gua ngomgg sama orang tua nada tinggi aja langsung kepikiran trus,”kata mi.
Saat ini polisi masih terus mendalami kasus tersebut untuk proses penyelidikan dan penanganan hukum lebih lanjut.
