JATINANGOR EKPRES – Menjelang Hari Raya Idulfitri, toko emas biasanya mengalami peningkatan jumlah pembeli. Banyak masyarakat membeli perhiasan emas untuk dipakai saat bersilaturahmi dengan keluarga besar maupun sebagai bentuk investasi. Namun, kondisi tersebut tidak sepenuhnya terjadi pada tahun ini.
Tingginya harga emas membuat daya beli masyarakat menurun sehingga aktivitas transaksi di sejumlah toko emas di Sumedang tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu pemilik toko emas di Sumedang, Romi, yang menyebutkan bahwa harga emas saat ini berada di titik yang cukup tinggi.
“Untuk tahun ini harga emas lagi berada di puncak tertinggi,” ujar Romi kepada Sumeks, Jumat (6/3/2026).
Baca Juga:Menjelang Lebaran, Toko Oleh-oleh di Sumedang Mulai Tambah Stok Antisipasi Lonjakan PembeliAksi Berbagi di Tanjungsari, TNI hingga Santri Bagikan Ribuan Takjil dan Serukan Persatuan
Ia menjelaskan, harga emas di tokonya bervariasi tergantung pada kadar emas yang dijual. Untuk emas dengan kadar tertentu dalam program penjualan, harganya berkisar antara Rp900 ribu hingga Rp1,3 juta per gram. Sementara untuk emas dengan kadar lebih tinggi atau emas murni, harganya dapat mencapai lebih dari Rp2 juta per gram.
Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat memilih menunda pembelian emas. Menurut Romi, banyak konsumen yang lebih memprioritaskan kebutuhan lain menjelang Lebaran seperti membeli pakaian baru, makanan, serta kebutuhan rumah tangga.
“Mungkin karena harga emas yang sangat tinggi, jadi orang lebih memilih memenuhi keperluan lain terlebih dahulu,” katanya.
Ia menambahkan, jumlah pembeli emas tahun ini tidak sebanyak sebelumnya. Bahkan, dalam beberapa waktu terakhir justru lebih banyak masyarakat yang datang untuk menjual emas dibandingkan membeli. Meski demikian, masih ada beberapa konsumen yang tetap membeli perhiasan meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak.
“Iya, masih ada yang beli, tapi memang tidak terlalu banyak,” ungkapnya.
Adapun jenis perhiasan yang paling banyak diminati konsumen adalah gelang dan kalung. Selain itu, cincin juga masih cukup diminati meski tidak sebanyak kedua jenis perhiasan tersebut.
“Yang paling banyak dicari biasanya gelang dan kalung, kalau cincin juga ada tapi tidak sebanyak itu,” jelas Romi.
Baca Juga:MBG Kembali Disorot, SPPG 3 Sindanggalih Diduga Sajikan Menu di Bawah StandarRumah Warga di Tanjungsari Sumedang Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp350 Juta
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, menjelang Lebaran kali ini Romi mengaku tidak terlalu banyak menambah stok emas di tokonya. Keputusan tersebut diambil karena ia menilai kondisi pasar saat ini tidak sebaik tahun lalu.
