Seni Menjalani Hidup 'Tenang' di Tengah Hiruk-Pikuk Ramadan Tanpa Mengurangi Berkah

Seni Menjalani Hidup Tenang' di Tengah Hiruk-Pukuk Ramadan Tanpa Mengurangi Berkah
Seni Menjalani Hidup 'Tenang di Tengah Hiruk-Pikuk Ramadan Tanpa Mengurangi Berkah ( Canva).
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Ramadan tuh pastinya identik banget sama kegiatan-kegiatan positif, terutama di bidang keagamaan. Tak sedikit orang yang menjadikan bulan Ramadan sebagai ajang berburu target kebaikan, seperti khatam Al-Qur’an atau shalat tarawih penuh. Sedangkan, di sisi lain kalian tak bisa meninggalkan kewajiban duniawi yang setiap detiknya terus diburu waktu.

Walaupun Ramadan datang, nyatanya dunia tak berhenti berputar dengan segala kesibukannya, seperti pekerjaan, urusan rumah, juga rencana-rencana dadakan untuk buka bersama padahal pekerjaan lain belum selesai.

Entah sadar atau tidak, kita seolah-olah dipaksa bisa di semua situasi padahal tubuh masih berusaha beradaptasi dengan perubahan mendadak, apalagi energi yang diterima tubuh tak seperti biasanya karena asupan makanan dan minuman kurang. Saat ada yang kalian lewatkan, rasanya seperti gagal dalam berusaha, padahal itu merupakan bentuk protes tubuh kalian.

Baca Juga:Sering Dianggap Aneh! Ternyata Beberapa Tanda Fisik Ini Bisa Menandakan Tubuh SehatKulit Sehat dan Cerah di Hari Raya: Tips Perawatan Wajah Menjelang Lebaran

Kalian tahu gak sih, kalau hidup kita tuh hampir mirip alam semesta. Di dunia astronomi, ada loh konsisi yang sama dengan hal seperti yang manusia alami. Kondisi di mana manusia seolah di tuntut untuk bisa banyak hal, ternyata alam semesta pun mengalaminya.

Situasi di mana semua gaya harus berjalan dalam poros yang tepat dan menghasilkan keseimbangan yang sempurna tanpa cacat, untuk kebaikan semua. Di bulan Ramadan pun, seharusnya kita sebagai manusia bisa mencapai titik ini, titik di mana kita rehat sejenak dari kesibukan dan mulai lagi dengan perlahan sampai semuanya berjalan sesuai rencana dan terstruktur tanpa kesalahan. Tapi, justru banyak dari kita yang malah memaksakan diri melakukan berbagai hal di bulan Ramadan, padahal rehat sejenak bukan sebuah dosa dan bukan berarti kurang berusaha, justru itu cara untuk menghargai diri sendiri.

Menjadi orang yang lebih tenang bukan berarti mengabaikan atau membiarkan waktu berharga kalian terbuang gitu aja. Menjadi tenang itu berarti kamu bisa memegang penuh kendali atas diri dan hidup kalian, di saat realita tak sesuai ekspektasi. Dengan belajar jadi tenang, kita akan lebih terkontrol dalam memproses emosi, dan tau cara terbaik mengungkapkan nya.

0 Komentar