Seni Menjalani Hidup 'Tenang' di Tengah Hiruk-Pikuk Ramadan Tanpa Mengurangi Berkah

Seni Menjalani Hidup Tenang' di Tengah Hiruk-Pukuk Ramadan Tanpa Mengurangi Berkah
Seni Menjalani Hidup 'Tenang di Tengah Hiruk-Pikuk Ramadan Tanpa Mengurangi Berkah ( Canva).
0 Komentar

Emosi itu ibarat debu, semakin dibiarkan semakin menumpuk. Kalian pernah liat genangan air di tanah setelah hujan? Semakin kalian ganggu, semakin keruh juga air tersebut. Tapi, saat dimana kalian mendiamkan air tersebut sampai menjadi tenang, secara perlahan genangan itu berubah menjadi jernih.

Menjadi tenang itu banyak caranya, salahsatunya adalah dengan menghargai waktu luang apalagi di bulan puasa. Kebanyakan orang lebih memilih bermain ponsel untuk mengisi waktu luang dan mengusir rasa bosan, tapi coba deh sesekali kamu duduk tenang dengan posisi nyaman, dan atur nafas sampai merasa rileks.

Cara ini, kalian akan menemukan “ketenangan” yang bahkan tak pernah kalian bayangkan sebelumnya, rasa nyaman dan damai tanpa pikiran berat apapun. Di momen ini, batin kita akan memproses semua kejadian menjadi sebuah rasa ikhlas atas semua yang terjadi, terutama trauma mental yang cukup sulit dikendalikan.

Baca Juga:Sering Dianggap Aneh! Ternyata Beberapa Tanda Fisik Ini Bisa Menandakan Tubuh SehatKulit Sehat dan Cerah di Hari Raya: Tips Perawatan Wajah Menjelang Lebaran

Perlahan, di setiap hembusan nafas, rasa sakit, rasa lelah, kecewa, atau rasa cemas memikirkan masadepan, akan merasa damai secara perlahan, bukan karena kamu jagoan, tapi karena rasa diterima oleh diri sendiri. Tenang dan damai tanpa harus merutuki diri.

Ketenangan juga bisa berarti memiliki keberanian lebih untuk membatasi diri. Kalian tak harus memaksa diri untuk terlihat sempura di mata orang, apalagi pura-pura bahagia dan baik-baik saja saat kondisi kacau, itu malah menguras habis energi. Kalian tau Nebula? Objek langit yang begitu indah dan memukau.

Tapi, banyak yang tak tahu sebesar apa perjuangan nebula untuk menjadi tenang dan damai.

Nebula yang terbentuk dari sebuah kehancuran sampai terlihat berantakan dan menyeramkan, namun dengan kesunyiannya dia bisa berubah menjadi begitu indah dan bermakna, bahkan bisa menghasilkan bintang-bintang baru yang begitu terang dan memikat.

Belajarlah dari Nebula, yang menciptakan keindahan nya dengan proses yang tenang tanpa banyak protes ataupun mengumbar sakitnya, bertahun-tahun, perlahan-lahan, tanpa menghakimi diri, sampai akhirnya kita punya pelindung untuk diri kita sendiri dari sebuah ketenangan.

Pada akhirnya, Ramadan bukan hanya event tahunan, melainkan bentuk “rumah” untuk pulang di saat kalian lelah. Dengan ketenangan yang begitu jujur, diibaratkan sebuah kunci untuk membuka rumah tersebut tanpa takut salah atau takut dihakimi lagi. Saat tenang, perlahan kita sadar bahwa menjadi manusia itu tak harus sempurna, juga bukan sebuah dosa jika merasakan luka.

0 Komentar