Kebahagiaan Orang yang Berpuasa yang Banyak Jarang di Ketahui

Kebahagiaan Orang yang Berpuasa yang Banyak Jarang di Ketahui
Kebahagiaan Orang yang Berpuasa yang Banyak Jarang di Ketahui (Ilustrasi).
0 Komentar

JATINANGOR ESKPRES – Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling mulia, dinantikan oleh seluruh alam dan umat manusia.

Kehadirannya disambut hangat dengan ucapan “Marhaban ya Ramadhan”.

Di bulan ini, Allah SWT memberikan fasilitas khusus bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk memperbanyak amal kebaikan.

Keutamaan Bulan Ramadhan

Bulan ini bukan sekadar waktu untuk menahan lapar, melainkan momen untuk:

Baca Juga:5 Keistimewaan Malam Lailatul Qadar, Malam Penuh Kemuliaan yang Jarang DisadariTetap Bugar saat Ramadhan : 8 Tips Jitu Puasa Sehat, Lancar, dan Aman!

Dekat dengan Al-Qur’an: Meluangkan waktu untuk membaca, mengenal, hingga mengkhatamkan Al-Qur’an.

Fasilitas Ibadah Maksimal: Selama 30 hari, pintu surga dibuka seluas-luasnya, pintu neraka ditutup rapat, dan setan-setan dibelenggu.

Melatih Empati : Ajang untuk berbagi terhadap sesama dan merasakan penderitaan mereka yang kekurangan.

Pelipatgandaan Pahala : Setiap langkah menuju masjid dan setiap ibadah yang difokuskan karena Allah akan diganjar pahala hingga 700 kali lipat.

Perubahan Diri : Belajar disiplin dalam kebaikan, mengubah kebiasaan buruk, serta melatih kesabaran dan keikhlasan.

Malam Lailatul Qadar: Malam istimewa yang lebih baik dari seribu bulan, yang hanya ada di bulan Ramadhan.

2 Kebahagiaan Orang yang BerpuasaSelain banyaknya nikmat yang diberikan, terdapat dua kebahagiaan spesial bagi mereka yang berpuasa sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

Baca Juga:Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar, Ini Penjelasan Islam dan Dunia MedisJalan Lingkar Bendungan Sadawarna Mulai Diperbaiki, Bupati Sumedang Targetkan Selesai Sebelum Lebaran

“Orang yang berpuasa akan meraih dua kegembiraan: kegembiraan ketika berbuka puasa (atau berhari raya), dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya.” (HR. Muslim)Dua kebahagiaan (Farhatani) tersebut adalah:

Farhatun ‘inda Fithrihi (Bahagia saat Berbuka): Bukan sekadar rasa nikmat karena makan dan minum, melainkan bentuk rasa syukur, lega, dan bahagia karena telah berhasil menyelesaikan ibadah puasa satu hari penuh.

Selain itu, waktu berbuka adalah waktu yang mustajab untuk berdoa.Farhatun ‘inda Liqā’i Rabbih (Bahagia saat Bertemu Allah) : Kebahagiaan di akhirat saat melihat balasan pahala puasa yang istimewa.

Allah SWT memerintahkan hamba-Nya yang berpuasa untuk masuk ke surga melalui pintu khusus bernama Ar-Rayyan.

Keistimewaan dalam Hadis QudsiSebagaimana dijelaskan oleh Ustadz Adi Hidayat mengenai Hadis Qudsi, Allah SWT berfirman:

“Hamba-Ku ini menahan lapar karena-Ku, menahan minum karena-Ku, dan menahan syahwatnya karena-Ku. Dia berpuasa ikhlas karena-Ku, maka Aku sendiri yang akan memberikan balasan kepadanya dan memberikan apa pun yang dia minta khusus dari-Ku.”

0 Komentar