Warga Keluhkan Jalan Rusak dan Jeratan Bank Emok saat Reses Elah Karmilah di Sindanggalih

Warga Keluhkan Jalan Rusak dan Jeratan Bank Emok saat Reses Elah Karmilah di Sindanggalih
DPRD Sumedang dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan dapil 5 Cimanggung -Jatinangor, Elah Karmilah saat reses.
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES, CIMANGGUNG – Persoalan jalan rusak dan maraknya praktik pinjaman “bank emok” menjadi sorotan warga saat kegiatan reses anggota DPRD Sumedang dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan dapil 5 Cimanggung -Jatinangor, Elah Karmilah. Kegiatan reses masa persidangan II tahun sidang 2025–2026 itu digelar di Dusun Kolewang RT 02/RW 13, Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Sabtu (14/2/2026).

Dalam dialog bersama warga, sejumlah konstituen menyampaikan keluhan terkait kondisi infrastruktur jalan di wilayah mereka. Warga Dusun Empat mengungkapkan jalan desa sepanjang sekitar 2.000 meter mengalami kerusakan cukup parah sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Menurut warga, kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan membutuhkan perhatian pemerintah agar segera diperbaiki.

Baca Juga:Laku Patanjala Menguat, Tepang Taun Kabuanaan di Cimande Bahas Penyerahan Mandat DAS dari Citarum ke CimandiriResep Udang Saus Padang Ala Restoran, Gurih Pedas dan Pas Jadi Menu Buka Puasa

Jalan tersebut merupakan akses penting yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas, termasuk untuk kegiatan ekonomi dan mobilitas warga.

Menanggapi keluhan tersebut, Elah Karmilah menyampaikan bahwa pihaknya akan berupaya mendorong perbaikan melalui program Bantuan Keuangan Desa (Bakudes).

Ia berharap program tersebut dapat membantu pemerintah desa dalam memperbaiki infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

Selain persoalan jalan, warga juga menyoroti maraknya praktik pinjaman tidak resmi atau yang dikenal dengan istilah “bank emok”. Skema pinjaman dengan bunga tinggi tersebut dinilai kerap menjerat masyarakat kecil, terutama ibu-ibu, karena prosesnya mudah namun memberatkan dalam pengembalian.

Melihat kondisi tersebut, Elah mendorong masyarakat untuk beralih memanfaatkan akses permodalan resmi melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI. Program pinjaman dengan bunga rendah tersebut dinilai lebih aman dan dapat membantu warga mengembangkan usaha tanpa harus terjebak dalam praktik pinjaman yang merugikan.

“Doakan saya agar bisa membantu masyarakat dalam mengajukan permodalan ke Bank BRI melalui program KUR, sehingga warga tidak lagi terjerat bank emok,” ujar Elah.

Melalui kegiatan reses ini, berbagai aspirasi warga diharapkan dapat menjadi bahan perjuangan di DPRD agar persoalan yang dihadapi masyarakat, baik infrastruktur maupun ekonomi, bisa segera mendapatkan solusi. (kos)

.

0 Komentar