JATINANGOR EKSPRES – Mencium dan memegang pipi bayi saat hari raya Lebaran menjadi perbincangan yang hangat di media sosial. Pasalnya, aktivitas tersebut dapat berdampak buruk untuk bayi, sehingga orang tua yang memiliki bayi kompak untuk menolak aktivitas mencium dan memegang karena khawatir akan dampak buruk yang dihasilkan.
Apa itu penyakit campak?
Penyakit campak menjadi sorotan karena penyakit ini yang akan berpengaruh kepada bayi. Campak (measles) adalah penyakit infeksi virus (Morbillivirus) yang sangat menular, ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah (konjungtivitis), dan ruam merah khas yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh. Umumnya menyerang anak-anak.
Menurut beberapa dokter, penyakit campak bisa saja tertular ke bayi dikarenakan imunitas tubuh bayi yang masih sangat lemah, sehingga rentan terkena serangan virus atau penyakit dari luar.
Baca Juga:Mudik Lewat Jalur Arteri? Cek Daftar Titik Macet Jabar dan Jalur Alternatif di Wilayah Sumedang-Jatinangor IniMau Lanjut Kuliah tapi Bingung Biaya? Ini 4 Beasiswa Luar Negeri Jalur ASEAN
Sebenarnya banyak penyakit yang bisa saja terjadi bukan hanya campak. Berikut beberapa penyakit yang disebabkan dari aktivitas mencium bayi:
1. Meningitis
Peradangan selaput otak akibat infeksi bakteri atau virus ini ditandai dengan demam tinggi, kejang, dan penurunan kesadaran. Bayi yang terkena meningitis memerlukan penanganan intensif di rumah sakit.
2. Cacar Air
Virus Varisela zoster menyebar melalui droplet dari penderita. Gejala pada bayi meliputi demam, kelelahan ekstrem, dan ruam kulit gatal yang bisa berkembang menjadi komplikasi sekunder.
3. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Bayi sangat mudah tertular melalui udara, terutama saat penderita batuk, bersin, atau berbicara, melepaskan droplet (percikan air liur) berisi virus/bakteri. Partikel ini terhirup bayi, menempel pada permukaan benda, atau melalui kontak langsung.
Mencium pipi atau dahi bayi memang telah lama menjadi simbol kasih sayang dalam budaya Indonesia. Namun, para ahli menekankan bahwa ungkapan cinta seharusnya tidak mengorbankan keselamatan.
