Telat Mikir? Berikut Rahasia Membangun Pola Pikir Kritis ala Jordan Peterson

Ilustrasi seseorang yang sedang menulis jurnal dengan serius, menggambarkan hubungan erat antara aktivitas men
Ilustrasi seseorang yang sedang menulis jurnal dengan serius, menggambarkan hubungan erat antara aktivitas menulis dan kemampuan berpikir kritis. (Foto: Gemini)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Berpikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisis informasi secara objektif, rasional, dan sistematis sebelum menerima atau menyimpulkannya. Ini melibatkan evaluasi bukti, mempertanyakan asumsi, dan menghindari bias untuk membuat keputusan yang logis. Keterampilan ini penting untuk memecahkan masalah, bukan sekadar menghafal informasi.

Mengutip dari Jordan Peterson, seorang psikolog klinis, penulis buku terlaris, dan mantan profesor psikologi asal Kanada dari Universitas Toronto. Ia dikenal karena pandangannya tentang psikologi kepribadian, agama, serta kritik budaya dan politik yang konservatif.

Menulis

Menulis dan berpikir adalah hal yang tidak jauh berbeda. Seseorang yang mampu menulis dengan baik, maka ia juga akan berpikir dengan baik dan kritis. Sama halnya dengan berpikir, menulis juga mampu membuat seseorang melakukan suatu pekerjaan dengan efektif. Efektif tidak hanya berarti cepat, tapi juga tepat.

Baca Juga:Mau 100 Juta Pertama? Upgrade Mindset dan Kelola Keuangan dengan 3 Strategi Ini!Investasi Emas: Awas Tertipu! Simak 4 Tips Aman Membeli Emas Agar Tidak Buntung

Seseorang yang mampu berpikir kritis akan sangat mudah untuk melewati sebuah rintangan, dan jalan untuk menjadi pemenang bisa berjalan mulus. Sistem pembelajaran di Indonesia selalu mengutamakan nilai di atas segalanya, bahkan ada yang rela mendapatkan nilai dengan cara-cara yang salah.

Menulis menjadi proses pembelajaran yang bagus karena dengan menulis, orang akan berpikir. Orang-orang hebat selalu memiliki pola pikir kritis karena mereka mampu menjelaskan berbagai hal dengan lancar dan mudah dipahami oleh pendengar. Proses komunikasi yang baik tentu dapat berdampak kepada hal yang menguntungkan.

Pada akhirnya, menulis bukan sekadar merangkai kata di atas kertas, melainkan upaya untuk merapikan “kekacauan” di dalam pikiran kita. Dengan melatih diri untuk menulis setiap hari, kita sebenarnya sedang membangun fondasi intelektual yang kuat untuk menghadapi tantangan hidup. Di era banjir informasi seperti sekarang, kemampuan berpikir kritis yang diasah melalui tulisan adalah senjata paling ampuh agar kita tidak mudah terombang-ambing oleh opini publik. Mulailah menulis, dan biarkan pikiran Anda menemukan kejernihannya.

0 Komentar