Sumedang – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Barat mengapresiasi langkah Polres Sumedang dalam mengangkat pangan lokal khas daerah, Ubi Cilembu, melalui peluncuran maskot bernama Ucil. Meski demikian, IMM mengingatkan agar upaya tersebut tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial.
Apresiasi sekaligus catatan kritis itu disampaikan Ketua IMM Jawa Barat Bidang Lingkungan Hidup, Ridwan Marwansyah, usai peluncuran maskot Ubi Cilembu di Gedung Serba Guna Mako Polres Sumedang, Selasa (27/1/2026).
Ridwan menilai, branding pangan lokal merupakan langkah positif dalam memperkuat identitas daerah dan meningkatkan kesadaran publik terhadap potensi pertanian lokal. Namun, ia menekankan pentingnya keberlanjutan program yang menyentuh persoalan mendasar di sektor pertanian.
Baca Juga:Jatinangor yang Tertinggal di Balik Kampus: 15 Hektare Kawasan Kumuh Jadi Alarm Pembangunan Sumedang
“Kami mengapresiasi ikhtiar Polres Sumedang dalam mengangkat Ubi Cilembu sebagai identitas pangan lokal. Namun ke depan, branding semacam ini perlu dibarengi langkah konkret, seperti perlindungan lahan pertanian, keberpihakan pada petani, serta kesinambungan produksi yang ramah lingkungan,” ujar Ridwan.
Ia menegaskan, tanpa tindak lanjut yang nyata, promosi pangan lokal berpotensi hanya menjadi simbol tanpa dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kalau hanya berhenti pada simbol dan acara, nilai strategisnya akan berkurang. Yang dibutuhkan adalah keberlanjutan dan kolaborasi lintas sektor,” katanya.
Ridwan berharap, inisiatif tersebut dapat menjadi pintu masuk sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, petani, mahasiswa, dan pelaku UMKM dalam menjaga ekosistem Ubi Cilembu sebagai komoditas unggulan Sumedang.
“Ubi Cilembu bukan sekadar komoditas ekonomi, tapi juga warisan agrikultur yang harus dijaga agar tetap lestari dan memberi manfaat jangka panjang,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika menjelaskan bahwa peluncuran maskot Ucil tidak sekadar menjadi ikon visual, tetapi dirancang sebagai sarana edukasi dan penguatan kedekatan kepolisian dengan masyarakat.
“Selain daripada kita membuat maskot saja, maskot ini nantinya sebagai simbol kedekatan kepolisian di Sumedang dengan masyarakat. Jadi maskot ini nanti yang akan membawa pesan edukasi, seperti menerangkan tata cara menanam ubi,” kata AKBP Sandityo.
Baca Juga:
Ia menambahkan, maskot tersebut juga akan dilengkapi dengan teknologi informasi untuk memudahkan akses edukasi bagi masyarakat.
