Jejak Roda Kereta di Atas Jatinangor: Menelusuri Sejarah Jembatan Cincin

Jejak Roda Kereta di Atas Jatinangor: Menelusuri Sejarah Jembatan Cincin
ILUSTRASI: Jembatan Cincin Jatinangor (X/rasjawa)
0 Komentar

Pelestarian struktur ini sangat penting karena ia merupakan penghubung fisik antara masa lalu kolonial Indonesia dengan masa kini yang dinamis sebagai pusat pendidikan.

Menjaga kondisi fisik jembatan ini berarti juga menjaga ingatan kolektif masyarakat mengenai perkembangan wilayah Jawa Barat, sekaligus memastikan bahwa warisan arsitektur yang indah ini tetap dapat dinikmati oleh generasi-generasi mendatang yang menempuh ilmu di bawah bayang-bayang lengkungannya yang legendaris.

Pada akhirnya, Jembatan Cincin bukan hanya sekadar monumen mati dari era Staatswegen. Ia telah bertransformasi menjadi identitas kolektif bagi siapa saja yang pernah meniti ilmu di Jatinangor.

Baca Juga:Menyulap Stres Jadi Duit: Ide Bisnis Self-Healing untuk Mahasiswa Tingkat AkhirMengenal Kawasan Populer di Jatinangor dan Tempat Wisata Sekitarnya

Meski rel kereta di atasnya telah lama hilang ditelan zaman, fungsinya sebagai “jembatan penghubung” ingatan tetap bertahan. Menjaga kelestariannya bukan sekadar urusan merawat beton tua, melainkan menjaga narasi sejarah agar tidak runtuh dihantam pembangunan yang kian masif.

Jatinangor mungkin akan terus berubah, namun Jembatan Cincin akan tetap di sana—menatap tenang, mengingatkan kita bahwa setiap langkah maju ke masa depan selalu berpijak pada jejak-jejak masa lalu.

0 Komentar