JATINANGOREKSPRES – Belasan ribu jamaah dari berbagai daerah di Jawa Barat memadati Pondok Pesantren (Ponpes) Islam Internasional Terpadu Asy-Syifaa Wal Mahmudiyyah Pusat, Dusun Simpang, Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, untuk mengikuti kegiatan Rajaban Akbar 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Minggu (01/0).
Kegiatan tersebut juga diisi dengan Silaturahmi Kubro serta doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan Bangsa dan Negara Indonesia. Sejumlah ulama, habaib, santri dari berbagai pesantren, aparatur pemerintahan dari Kabupaten Sumedang dan Bandung, unsur TNI-Polri, serta insan pers turut hadir dalam acara tersebut.
Pimpinan Ponpes Asy-Syifaa Wal Mahmudiyyah, Abuya KH Muhyiddin Abdul Qodir Al-Manafi, MA, dalam tausiyahnya menekankan pentingnya memperkuat keimanan dan kecintaan kepada Allah SWT melalui momentum bulan Sya’ban yang penuh keberkahan.
Baca Juga:Muralis Nasional Ikut Ramaikan Lomba Mural Tadjimalela di SumedangPerindah Ruang Publik dengan Seni Mural, Puluhan Pesert Adu Skil
“Tiada Tuhan yang berhak disembah, dicintai, diagungkan, dan dirindukan selain Allah SWT. Kita bersyukur pada hari ini, di bulan yang penuh kebaikan, dapat berkumpul bersama para ulama, habaib, santri, serta unsur pemerintahan dan aparat negara untuk membangun kebaikan bersama,” ujarnya.
Abuya juga menyoroti peran strategis ulama dalam menjaga keselamatan umat, tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat. Menurutnya, ulama memiliki tanggung jawab moral untuk membimbing umat agar tetap berada di jalan yang benar di tengah berbagai tantangan bangsa.
Ia menegaskan, sinergi antara ulama, pemerintah, serta TNI-Polri sangat diperlukan, terutama ketika negara menghadapi berbagai persoalan serius, mulai dari ancaman perpecahan, penyalahgunaan kekayaan negara, hingga konflik yang berpotensi mengganggu persatuan nasional.
“Ulama seyogianya bergandengan tangan dengan pemerintah dan aparat negara untuk menjaga keutuhan bangsa. Sebagai umat Islam, kita wajib menyampaikan nasihat yang baik dan mendoakan keselamatan negeri ini,” katanya.
Abuya berharap terbangun kesadaran kolektif untuk memperkuat ukhuwah islamiyah, menjaga persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, serta menumbuhkan semangat kebersamaan demi Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera.
Sementara itu, tokoh masyarakat Jawa Barat H. Umuh Muchtar yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
