JATINANGOE EKSPEES, PERISTIWA – Seorang penjual es dawet paruh baya yang biasa berjualan di sekitar Lapangan Jetis atau GOR Jetis, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, diduga menjadi korban fitnah terkait tuduhan pelecehan seksual. Peristiwa ini membuat gempar warga sekitar yang selama ini mengenal korban sebagai sosok yang ramah dan dikenal baik oleh para pelanggan.
Pria berinisial S (56) yang sudah berjualan es dawet selama bertahun-tahun. Awalnya seorang perempuan berinisial R atas dugaan pelecehan seksual. Namun, dalam video yang beredar, situasi di lokasi terlihat tidak sepenuhnya mendukung tuduhan tersebut.
Dari unggahan vidio beredar, terdengar suara si ibu dengan nada tinggi berkata, “Ojo nyekel-nyekel aku! Aku ra gelem diperlakokke ngene iki!”
Baca Juga:Diduga Kurang Fokus, Driver Ojek Online Tercebur ke Kolam Renang5 Aplikasi Nonton Film Favorit Anak Kos Untuk Nobar Malem-malem, Nomor 1 Paling Populer
Sementara inisial S, hanya berdiri di samping lapak dengan raut wajah kebingungan.
Video kemarahan sang ibu beredar dimana mana dan memicu reaksi beragam dari netizen. Beruntung, kebenaran segera terungkap. Banyak saksi mata dan warga sekitar yang membela sang bapak, menyatakan bahwa ia adalah orang baik yang memang sering membantu warga sekitar tanpa pamrih.
Pihak kepolisian sudah menelusuri potongan video yang beredar untuk mengetahui kronologi sebenarnya. Dan sudah terbukti laporan tersebut tidak benar.
Setelah mengetahui ini semua hanya kesalahan pahaman, pihak keluarga yang menuduh akhirnya menemui sang bapak untuk memberikan klarifikasi.
Dalam sebuah video, terlihat sang ibu membacakan surat pernyataan maaf di hadapan Bapak penjual es tersebut. la mengakui adanya kesalahpahaman dan meminta maaf karena telah mencemarkan nama baik sang penjual.
“Saya mengakui bahwa kejadian ini hanya kesalahpahaman. Saya meminta maaf kepada Bapak penjual es dan keluarganya karena laporan saya telah mencemarkan nama baik beliau. Saya menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar.” ujar sang ibu di dalam vidio
Dari pihak Polres Lamongan, menyampaikan bahwa pihaknya juga berencana untuk menemui langsung inisial S dalam waktu dekat.
Baca Juga:Di Balik Lengkungan Beton: Sejarah, Mitos, dan Peran Jembatan Cincin JatinangorSehat Versi Digital: Bukan Dokter, Bukan Pelatih, Tapi Bantu Jaga Kesehatan
“Insyaallah dalam waktu dekat kami akan bersilaturahmi dan menemui langsung kakek tersebut untuk memastikan kondisinya serta menyampaikan dukungan dan insyaallah saya akan memberikan modal usaha untuk kakeknya agar bisa berjualan dawet lebih besar lagi dan mungkin bisa lebih bermanfaat lagi,” ujar pihak Polres Lamongan.
