JATINANGOR EKSPRES – Masuk kuliah seringkali kelihatan keren di luar, tapi ribet di dalam. Banyak mahasiswa yang baru sadar salah jurusan justru saat sudah semester dua atau tiga, ketika tugas mulai numpuk dan minat makin kelihatan bedanya.
Padahal, rasa “salah pilih” itu sebenarnya bisa diminimalisir sejak awal, asal calon mahasiswa dan maba tahu apa yang perlu dipertimbangkan sebelum dan sesudah masuk jurusan.
Biar nggak terjebak di jurusan yang bikin stres berkepanjangan, ini beberapa hal penting yang sering disepelekan, tapi krusial banget buat mahasiswa baru.
1. FOMO Masuk Jurusan karena Keren
Baca Juga:Bantu Anak Nyebrang Jalan, Seorang Penjual Es Dawet Dituduh Melakukan PelecehanDiduga Kurang Fokus, Driver Ojek Online Tercebur ke Kolam Renang
Banyak banget maba yang milih jurusan karena namanya terdengar bergengsi atau namanya kedengeran kayak “penentu masa depan banget”. Padahal, isi perkuliahannya bisa jauh dari ekspektasi. Contohnya, jurusan yang terdengar kreatif ternyata isinya teori dan laporan, atau jurusan yang kelihatan santai ternyata penuh hitungan dan praktikum. Sebelum fix milih, coba cari tahu mata kuliah inti, jenis tugas, dan sistem penilaiannya, bukan cuma prospek kerjanya doang supaya nggak hilang arah.
2. Kenali Diri Sendiri
Salah satu kesalahan paling umum adalah merasa “harus bisa” padahal sebenarnya nggak enjoy. Nggak semua orang kuat presentasi tiap minggu, nggak semua orang tahan ngoding berjam-jam, dan itu wajar. Coba jujur sama diri sendiri apakah kamu lebih kuat di praktik atau teori? Lebih suka kerja tim atau individual? Jawaban-jawaban ini jauh lebih penting daripada FOMO ikut-ikutan pilihan temen.
3. Jangan Takut Nanya ke Kating atau Alumni
Media sosial bikin semuanya keliatan manis, tapi realita kampus sering beda. Ngobrol langsung sama kakak tingkat atau alumni bisa kasih gambaran jujur soal beban tugas, dosen, sampai peluang magang. Dari situ, maba bisa tahu apakah jurusan itu benar-benar cocok atau cuma kelihatan oke di luarnya.
4. Suka Cuma Pas di Awal
Banyak mahasiswa merasa tertarik as di awal, tapi mulai tumbang di tengah jalan. Suka sama satu bidang memang normal, tapi kuliah butuh konsistensi jangka panjang. Coba pikirin ulang, kamu sanggup menjalani semuanya selama bertahun-tahun atau cuma kuat di awal semester doang?
