Menabung Diabetes Sejak Dini: Bahaya Tersembunyi di Balik Nikmatnya Mie Campur Nasi.

Menabung Diabetes Sejak Dini: Bahaya Tersembunyi di Balik Nikmatnya Mie Campur Nasi.
makanan cepat saji mie instan yang disajikan dengan bawang goreng dan seledri
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Bagi masyarakat indonesia dan mahasiswa makan mie merupakan penyelamat akhir bulan, seringkali orang-orang mengkombinasikan mie dan nasi agar lebih kenyang. Metofe ini sebenarnya hal yang merusak tubuh.

Mie dan nasi merupakan sumber energi karbohidrat sederhana. Jika keduanya masuk ke perut secara bersamaan akan terjadi lonjakan gula darah yang sangat ekstrem. Tubuh akan memproduksi insulin secar besar-besaran untuk mengolah gula darah.

Karena energi yang masuk terlalu banyak dan cepat, tubuh tidak bisa membakar sekaligus, sisa yang tidak bisa dibakar oleh tubuh akan menjadi lemak hati dan lemak visceral

3 bahaya yang akan dirasakan

1. Diabetes Tiap 2 bulan di Usia Nuda

Baca Juga:Rahasia Pro Player: Cara Cepat Dapat Ikan Mythical di Roblox Tanpa Robux!Aksesoris Imlek Mulai Rp.5000, kawasan Glodok Jadi Pusat Pernak-Pernik di Jakarta Barat

Lonjakan gula darah yang melonjak secara terus menerus membuat sel tubuh kebal terhadap insulin, yang semakin ditakutkan hal ini bisa saja menyerang saat di usia 20-30an. Saat hal ini terjadi mau tidak mau anda harus mengkonsumsi obat gula darah .

2. Kerusakan Jantung dan Pembuluh darah

Kelebihan karbohidrat akan diubah menjadi Trigliserida (lemak darah). Lemak ini akan mengeraskan pembuluh darah, memicu hipertensi, hingga serangan jantung mendadak.

3. Kelelahan Kronis

Pernah merasa sangat mengantuk dan lemas setelah makan mie pakai nasi? Itu adalah tanda otak kekurangan energi karena tubuh fokus mati-matian mengolah “bom” gula di perut.

Cara Makan Mie Instan yang “Sedikit” Lebih Aman

1. Jika memang terpaksa makan mie instan, lakukan aturan ini untuk meminimalisir risiko:

2. Haramkan Nasi: Pilih salah satu saja. Jika makan mie, jangan pakai tambahan nasi.

3. Tambahkan Protein & Serat: Masukkan telur, ayam, atau sayuran hijau (sawi/brokoli). Serat membantu memperlambat penyerapan gula ke darah.

4. Kurangi Bumbu: Gunakan hanya setengah dari bumbu instan untuk mengurangi asupan natrium (garam) yang memicu darah tinggi.

0 Komentar