Selain TOEFL/IELTS, Ini Alternatif Sertifikasi Bahasa Asing yang Bisa Mendukung Dokumen Beasiswa

Seorang anak sedang menulis menggunakan bahasa Mandarin
Seorang anak sedang menulis menggunakan bahasa Mandarin (Pexels)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Kemampuan berbahasa asing kini amat sangat diminati berbagai kalangan, tak terkecuali pelajar maupun mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan yang lebih baik. Tak jarang orang-orang juga perlu sertifikasi bahasa asing agar menjadi dokumen pendukung untuk meyakinkan agar mereka pantas untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Selain sertifikasi bahasa Inggris, berikut beberapa alternatif sertifikasi kemahiran bahasa asing yang bisa kamu coba jika berminat melanjutkan studi di sekitar benua Asia.

1. TOPIK

Test of Proficiency in Korean merupakan sertifikasi resmi untuk kamu yang berminat mengikuti seasonal program maupun melanjutkan studi di Korea Selatan. Sertifikasi ini biasanya diadakan di bawah pengawasan National Institute for International Education (NIIED).dengan tujuan uji komprehensif bahasa Korea untuk orang-orang yang tidak menggunakan bahasa Korea sebagai bahasa ibu. Melansir dari TOPIK Guide, Tes ini terdiri dari dua tingkatan dan enam sub-level:

a. TOPIK-I (sub-level 1 & 2) untuk level pemula. Biasanya membahas kosakata dan percakapan dasar sehari-hari seperti menyapa, membeli, memesan, bertanya lokasi, dll. Pada level 1, tes pada level ini fokus kepada mengekspresikan dan memahami diri dalam percakapan sederhana setiap hari dengan membuat kalimat sederhana dari 800 kata dasar, sedangkan untuk level 2 berfokus pada topik-topik familiar yang menggunakan kosakata sekitar 1.500~2.000 kata. Pada level ini, peserta biasanya diuji tentang membedakan dengan benar antara situasi formal dan informal.

Baca Juga:Selain Visa, Siapkan 5 Hal Ini Untuk Mengajukan Beasiswa Luar Negeri

b. TOPIK-II (sub-level 3, 4, 5, dan 6) untuk level menengah dan lanjutan. Pada sub-level 3, tes yang diuraikan seputar transaksi dasar dan interaksi sosial, sementara pada sub-level 4 menunjukkan pemahaman tentang berita dan konteks budaya. Sub-level 5 fokus pada tingkat fasih yang tinggi, biasanya membahas pidato profesional, dan sub-level 6 merupakan tes tingkat lanjut untuk penelitian, meskipun masih belum sepenuhnya sebanding dengan penutur asli. Aspek utamanya adalah memahami nuansa bahasa Korea dan idiom budaya pada tahap pendidikan yang berbeda.

2. HSK

Hànyǔ Shuǐpíng Kǎoshì adalah uji kemahiran bahasa untuk bahasa Mandarin sederhana (simplified), ditujukan untuk orang-orang yang berminat studi ke Tiongkok. Sertifikasi ini juga dapat diterima di Hongkong, Taiwan, dan Macau. Program uji komprehensif yang dikelola oleh Chinese Testing International ini mempunyai tingkatan sebanyak 6 level. Meliputi:

0 Komentar