Selain TOEFL/IELTS, Ini Alternatif Sertifikasi Bahasa Asing yang Bisa Mendukung Dokumen Beasiswa

Seorang anak sedang menulis menggunakan bahasa Mandarin
Seorang anak sedang menulis menggunakan bahasa Mandarin (Pexels)
0 Komentar

Level 1 – Pada level ini, peserta tes diuji pemahamannya tentang setidaknya 150 kata dari huruf Mandarin sederhana dan mampu mengucapkan kalimat pendek untuk berkomunikasi.

Level 2 – Level pemula selanjutnya, peserta tes diharapkan dapat mengaplikasikan bahasa Mandarin sehari-hari baik secara lisan maupun tulisan. Setidaknya perlu menghafal sekitar 300 kata untuk bisa lolos dalam tes level ini.

Level 3 – Tingkat kesulitan pada level ini biasanya meliputi topik yang berkaitan dengan pelajaran maupun pekerjaan. Perlu menghafal sekitar 600 kosakata bahasa Mandarin pada level ini.

Baca Juga:Selain Visa, Siapkan 5 Hal Ini Untuk Mengajukan Beasiswa Luar Negeri

Level 4 – Level ini termasuk ke dalam tingkat kesulitan tinggi karena peserta tes akan berkomunikasi langsung dengan penutur asli Tiongkok serta mendiskusikan berbagai topik dengan tingkat kesulitan tinggi dengan menghafalkan minimal 1.200 kosakata.

Level 5 – level dengan kesulitan tingkat lanjut ini biasanya peserta tes dituntut agar dapat membaca koran dan majalah berbahasa Mandarin, serta memahami film Mandarin tanpa subtitle. Selain itu tes ini biasanya menulis dan membawakan pidato panjang dengan Bahasa Mandarin. Perlu menghafal setidaknya 2.500 kosakata bahasa Mandarin untuk menguasai level ini.

3. JLPT

Bagi pecinta budaya Jepang dan ingin mengikuti studi lebih lanjut ke negeri Sakura, tes JLPT (Japanese-Language Proficiency Test) sangat diperlukan sebagai salah satu syarat pendaftaran beasiswa ke Jepang. JLPT meliputi 6 tingkat kesulitan.

N5: Tingkatan paling dasar, biasanya untuk pemula. Peserta tes harus mampu menguasai setidaknya 100 kanji dan 800 kosakata sederhana.

N4: Tingkatan lanjutan dari level N5, peserta diharapkan telah menguasai 300 kanji dan 1.500 kosakata bahasa Jepang.

N3: Tingkatan menengah ini mempunyai tingkat kesulitan untuk memahami konteks percakapan di dalam berbagai situasi, serta menguasai 600 kanji maupun 3.750 kosakata.

N2: Tingkatan yang perlu dikuasai untuk melamar pekerjaan di Jepang.dalam tes ini, peserta diuji agar dapat memahami komunikasi yang cenderung rumit dalam lingkup profesional, yang setidaknya perlu menguasai 1.000 kanji dan 6.000 kosakata.

Baca Juga:

N1: Tingkatan tertinggi yang dianggap memiliki kemampuan yang setara dengan penutur asli. Hal ini dikarenakan peserta tes sudah bisa memahami berbagai konteks percakapan dan mengenal 2.000 kanji maupun 10.000 kosakata.

4. TOAFL

Test of Arabic as a Foreign Language bisa menjadi salah satu alternatif selain TOEFL jika kamu berminat untuk melanjutkan studi ke Arab Saudi dan negara Timur Tengah yang juga menggunakan bahasa yang sama seperti: Turki, UAE, Qatar, Kuwait, Mesir, Yordania, dan Lebanon. Melansir dari Akademi Bahasa, tidak ada tingkatan level untuk TOAFL seperti bahasa asing pada umumnya, namun hal ini dapat diukur dari jumlah skor setelah mengikuti tes.

0 Komentar