JATINANGOR EKSPRES – Menyambut semester genap, hampir kebanyakan kantor internasional universitas menyebarkan informasi pendaftaran program beasiswa/pertukaran pelajar baik studi lanjut maupun seasonal program (biasanya diselenggarakan di negara dengan empat musim). Perlu diketahui, setiap negara mempunyai kebijakannya masing-masing untuk menerima siswa luar negeri. Sebelum mendaftar, perlu dicek dokumen pendukung yang biasanya diperlukan sebelum mendaftar program beasiswa luar negeri.
1. Transkrip nilai
Transkrip nilai berguna sebagai mengukur kemampuan dan tanggung jawab mahasiswa selama perkuliahan. Biasanya diperlukan syarat IPK minimal 3.0/4.0. Dokumen ini wajib di-scan asli/legalisir, serta diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh notaris atau lembaga resmi. Khusus untuk syarat mendaftar LPDP, e-transkrip perlu diunggah ke laman PDDIKTI.
2. Essay
Sertakan surat motivasi mengapa kamu ingin menempuh studi di universitas luar negeri impian. Ceritakan pengalaman atau aktivitas sehari-harimu yang selanjutnya bisa mengerucut mengapa memilih universitas tersebut, serta kontribusi apa yang akan diaplikasikan setelah menyelesaikan studi di sana. Gunakan metode STAR (Situation-Task-Action-Result), kemudian coba kaitkan dengan isu global yang sedang hangat dibahas dan apa yang akan kamu lakukan sebagai mahasiswa dan warga negara yang baik.
3. Sertifikasi bahasa
Baca Juga:Auto Cantik! Tips Membuat Hidung Mancung Secara Alami dalam Beberapa hariBanyak Mahasiswa Salah Pilih Jurusan, Ikuti Cara Ini Biar Maba Nggak Ikut Nyesel di Tengah Jalan
Sertifikasi ini dapat mendukung dokumen persyaratan sebagaimana penguji akan mengukur kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa asing. Biasanya perlu syarat minimal seperti: IELTS 6.5+, TOEFL iBT 90+, HSK 5 untuk bahasa Mandarin. Sebaiknya daftar tes 3-6 bulan sebelum tenggat waktu.
4. Surat rekomendasi dosen
Surat ini berisi 2-3 surat, biasanya lembaga penyelenggara beasiswa menyediakan template resmi, atau bisa juga meminta contoh surat rekomendasi dari dosen/tenaga pendidikan lainnya. Dokumen ini juga perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dibawah tanda tangan notaris atau lembaga resmi.
5. CV/resume
Siapkan 1-2 halaman dengan format Europass/EU style yang fokus menjelaskan pendidikan, pengalaman riset/organisasi, publikasi, maupun skill (bahasa/software). Buat lebih menarik lagi dengan menjelaskan pencapaian saat menjadi relawan, panitia, atau topik serupa.
Dokumen-dokumen berikut secara umum akan selalu diperlukan untuk mendaftar studi luar negeri. Siapkan dari jauh-jauh hari dan buat ceklist agar tidak ada dokumen tertinggal ketika waktu tenggat pendaftaran sudah semakin dekat.
